EMPAN PAPAN

Kalimat penuh makna tersebut bisa diartikan menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya. Kurang lebih seperti itu

Menjelang ramadhan tahun ini, kebetulan sempat “cangkrukan” dengan seorang gus di daerah saya. Mengobrol banyak hal yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kitab – kitab kuning yang njlimet. Hanya mengobrol seputaran hal yang kebetulan lagi ngetrend di beranda fesbuk saya, dan itu saya jadikan bahan omongan saja dari pada diajak ngobrol masalah kitab yang saya sendiri pusing melihat tulisannya.

Saya melontarkan sebuah pernyataan” Gus, sekarang ini kan banyak betul orang punya gelar habib, dan kadang pernghormatan yang diberikan itu kok menurut saya kadang terlalu berlebihan”

Halah sampeyan itu kok ya percaya saja sama habib – habib gitu, itu ada orang yaman asli jualan sate gule di kampong arab sebelah masjid jami’, dan dia juga heran kok ada istilah habib di Indonesia.

Sejenak saya bengong, wah ini pasti ada lanjutannya, ndak mungkin cuman begini. Dan betul dugaan saya, dia menyambungnya.

Sebenarnya begini lo, dia melanjutkan. Mereka itu, entah siapa yang memberi gelar kan dianggap mewarisi trah Nabi Muhammad, dan dengan nasab semulia itu tentu saja banyak orang yang cinta akan Nabinya tentu akan memuliakan semua hal yang berkaitan dengan sang Rosulullah. Lebih – lebih keturunannya.

Kemudian dia melanjutkan, analogi sederhananya seperti ini. Sejak kecil, bahkan waktu saya masih “grotal – gratul” membacara qur’an, banyak orang yang jauh lebih tua dan lebih pinter dari saya sudah memberikan perlakukan lebih buat saya dibandingkan dengan anak – anak yang lain. Dan nama saya dikasih embel – embel gus walaupun ayah ndak pernah ngasih nama anaknya Agus.

Sampeyan tahu kenapa? Segala perlakuan istimewa dan julukan istimewa yang dilekatkan pada saya pada dasarnya adalah imbas dari penghormatan mereka itu kepada ayah saya yang kyai. Jadi mereka menganggap bahwa penghormatan kepada kyainya itu juga termasuk menghormati segala hal yang melekat di kyainya, bahkan sandalnya saja ndak ada yang berani pake tanpa ijin. Apalagi kepada anaknya.

Jadi saya ini boleh dikatakan mendapat keramat gandul, panggilan gus dan keistimewaan yang saya terima sebenarnya lebih dikarenakan ayah saya itu, bukannya maqom dan kualitas diri saya layak untuk hal itu. Bukan sama sekali.

Nah maka dari itu, saya harus banyak belajar dan tirakat agar titel dan keistimewaan yang saya terima memang layak, bukan karena keramatnya ayah saya.

 

Mendengar penjelasan yang menghabiskan separo gelas kopi tersebut saya hanya menimpali “ oalah gus gus, sampeyan ini lo kalo jawab mbok ya yang simple gitu. Kata temen saya, mbok kalimatnya yang membumi gitu, biar gampang dipahami”

Dia meringis sambil menjawab, ya intinya gini lo, kalo seorang habib diperlakukan istimewa, sebetulnya kita itu sedang menghormati Nabi Muhammad. Bisa dibayangkan marahnya nabi kalo perlakuan kita kurang ajar terhadap keluarganya. Jangan keluarganya,temannya di kurang ajari saja beliau marah, lebih marah daripada sikap kurang ajar yang diterimanya sendiri.

Bapak sampeyan ngamuk kan kalo sampeyan kurang ajar sama ayah saya? Hehehe

Ya iya lah gus, wong bapak sampeyan itu temannya, bisa ngamuk itu.

Lah, ngerti gitu lo

Iklan

MANAJEMEN RESIKO JAMDA 2014

Untitled111

Sekitar 3 minggu lagi hari pelaksanaan Jambore Jatim 2014..(eh namanya bener jamboree jatim atau jamboree daerah jatim?), rasanya tepat kalau membagi sistem pengelolaan resiko nantinya di jamboree. Siapa tau nanti dapat umpan lambung eh umpan balik yang bagus untuk membuat sistemnya.

Manajemen resiko di jamboree kali ini melibatkan 3 pihak yang paling berperan dalam pelaksanaan segala aktifitas di jamboree; panitia, pengisi kegiatan serta pembina pendamping adik – adik peserta. Ketiga elemen inilah yang memegang peranan penting suksesnya penerapan manajemen resiko di jamboree nantinya, karena merekalah nanti yang akan menjadi fasilitator dalam penerapan system ini. Tim manajemen resiko atau bisa disingkat tim manris yang di kwarda sekarang ini teman – teman kami memanggil dengan nama risk management team ( purasaku kok keminggris yo) hanya akan menjadi administrator yang mempersiapkan system dan menjadi pendamping bagi semua pihak agar hal ini bisa berjalan.

Dalam manajemen resiko jamboree Jatim 2014 ini Ada 5 hal yang dilakukan selama penyelenggaraan jamboree jatim 2014, dan dari kelima hal tersebut 3 diantaranya sudah dilakukan oleh tim manris, kelima hal tersebut adalah ;

  1. Menentukan sumber resiko

 Sumber resiko yang dipetakan dalam Jambore Jatim 2014 kali ini terdiri dari 3 aspek : manusia, peralatan dan lingkungan. Ketiga hal ini saling berkaitan dan mendukung dalam menentukan resiko yang dimiliki oleh setiap kegiatan. Kami harus bertemu dengan para penanggung jawab kegiatan ( menurut data ada 40 ragam kegiatan di Jambore jatim 2014) untuk melihat potensi resiko yang bisa ditimbulkan oleh ketiga factor tersebut. Sebagai administrator resiko Jambore Jatim 2014, tim sudah menyiapkan form dan panduan untuk melihat sumber resiko yang ada dalam kegiatan.

 

  1. Melakukan penilaian resiko

 Penilaian resiko harus dibuat oleh fasilitator kegiatan dibantu dengan tim manris, hal ini dikarenakan fasilitator kegiatan yang paling mengerti tahapan pelaksanaan, kondisi lapangan dan syarat minimum yang harus dimiliki oleh peserta maupun instrukturnya agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan menggembirakan.

 Dengan melihat sumber resiko yang ada ( manusia, alat dan lingkungan) level resiko sebuah kegiatan bisa dibuat untuk menentukan tindakan seperti apa untuk mencegah/menanggulangi agar tidak terjadi insiden akibat sumber resiko tersebut. Dalam penilaian resiko, insiden yang terjadi pasti memilik dampak yang harus dihitung, nah dampak tersebut dihitung dalam 3 hal, yaitu : dampak administrasi,biaya yang timbul dan cedera ( manusia). Semakin besar dampak yang ditimbulkan, maka level resiko kegiatan tersebut semakin tinggi. Namun bukan berarti kegiatan tidak boleh dilaksanakan, namun harus ada perlakukan khusus yang harus dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi.

 Kami, administrator mengerti bahwa melakukan hal ini bukanlah hal yang mudah, namun kami siap bertemu dengan semua pengisi kegiatan dan berkomitmen untuk membantu membuat analisa resiko kegiatan mereka

 

  1. Membuat SOP

 SOP untuk manajemen resiko perkemahan sudah dibuat oleh administrator, termasuk panduan dan pesan keselamatan dalam berkegiatan. Panduan ini nantinya berlaku untuk semua pihak yang terlibat dalam Jambore Jatim 2014.

 Kami berencana untuk menjadikannya sebagai salah satu isi dalam buku panduan kegiatan Jambore Jatim 2014 ( kalau sempat hehehhe). Kalaupun tidak, maka akan kita usahakan bahwa panduan ini bisa diketahui oleh semua orang diJambore Jatim 2014. Bisa melalui papan pengumuman, ataupun berupa bendel tersendiri.

 

  1. Rencana tindak darurat

 Rencana tindak darurat ( emergency planning plan) merupakan rencana jangka pendek dan hanya dilakukan saat kondisi darurat.  Rencana ini berisi mengenai kondisi darurat dan siapa yang berhak menyatakannya,personel yang tergabung dalam ( ERT : emergency response team), tugas – tugasnya, jalur evakuasi, tahapan pelaksanaan, tahapan pelaksanaan, petugas yang berhak mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini dan kapan kondisi darurat berakhir.

 Sebagai administrator, tim manris wajib untuk membuat rencana tindak darurat dan mensosialisasikan kepada semua orang yang terlibat untuk memudahkan penerapannya saat di lapangan.

  

  1. Dokumentasi manajemen resiko

 Semua hal yang dalam manajemen resiko harus didokumentasikan agar bisa dijadikan bahan evaluasi serta sumber administrasi legal bila ada insiden yang terjadi. Dengan dokumen yang terarsip dengan baik, sebuah kegiatan akan memiliki bukti tertulis bahwa insiden yang terjadi bukanlah sebuah kelalaian apalagi kesengajaan dari pelaksana kegiatan. Dokumen inilah yang juga akan menjadi dasar hukum bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah melalui proses dengan benar, sesuai dengan kaidah yang berlaku dan dilakukan oleh orang yang berkompeten di bidangnya.

 Untuk Jambore Jatim 2014, administrator menyiapkan 13 form. Tidak semua form tersebut diisi oleh pelaksana kegiatan ( penanggung jawab), namun juga form untuk Pembina pendamping, panitia dan form yang harus diisi oleh administrator pun juga ada. Dengan begitu semua pihak berkomitmen bersama untuk menjadikan Jambore Jatim 2014 ini kegiatan yang aman, nyaman dan gembira.

 Tim manris akan mendampingi dan memfasilitasi bagi semua pihak bagaimana cara mengisi dan menggunakan form tersebut.

 

BESAR HARAPAN KAMI, KEGIATAN JAMBORE JATIM 2014 TERSELENGGARA DENGAN AMAN BAGI PESERTA, ALAT DAN LINGKUNGANNYA.

“That is what risk management created for “

 

 

 

 

FOD atau USIA PAKAI?

Kerusakan turbine blade pada sebuah turbocharger, atau sebuah turbomachinery merupakan kasus yang sangat jarang.  Mengingat material turbine blade yang sangat bagus menjadikannya salah satu bagian yang paling tangguh di sebuah turbocharger.

Mungkin ada yang bertanya berpakah beban yang diterima para turbine blade tersebuh saat menerima dorongan dari gas buang ketika beroperasi? Untuk engine berkapasitas 8,000 Kw, beban yang diterima turbine blade saat menerima gas buang kurang lebih 1, 5 ton/cycle dalam suhu rata – rata 500 – 600 derajat C. Silahkan dihitung sendiri akumulasinya bila engine yang anda punya memiliki Rpm 360.

Jadi dengan kondisi seperti tersebut di atas ketangguhan material turbine blade tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun seperti semua mahkluk, turbine blade juga pasti rusak dalam kurun waktu tertentu. Kasus kerusakan turbine blade yang terjadi umumnya blade patah. Secara cepat, banyak orang langsung menghubungkan bahwa kerusakan blade turbocharger dikarenakan adanya benda asing yang menghantam blade tersebut. Yang paling umum terjadi adalah katup atau exhaust flexible connection yang patah dan terbang bersama exhaust gas menuju turbine blade.

Hal tersebut yang kita sebut dengan Foreign Object Defect ( FOD).

Untuk menentukan apakah kerusakan turbine blade itu FOD atau karena usia yang sudah habis masa pakainya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ;

Apabila sebuah turbine blade mengalami FOD, maka hamier dipastikan seluruh turbine blade akan mengalami kerusakan. Tidak hanya beberapa bagian saja, dan pasti nozzle akan mengalami kerusakan juga. Sebelum menghantam turbine blade, pecahan material yang terbang akan menghantam nozzle terlebih dahulu.

Untuk turbine blade yang mengalami kerusakan karena usia pakai memang secara sekilas memiki tipe kerusakan yang hampir sama dengan FOD. Blade patah, pecah dan terpotong. Namun bila hal ini bukan FOD akan terlihat bahwa blade yang rusak hanya beberapa, bahkan kadang hanya 1 atau 2 buah saja. Dan pada umumnya nozzle tidak mengalami kerusakan dikarenakan hal ini. Yang terkena dampak akan hal ini lebih kepada cover ring, karena pecahan material turbine blade ini terbang dan menghantam cover ring. Sering terjadi turbine blade hilang saat operasi, dan hanya 1 blade saja. Kemungkinan besar adalah blade root sudah mengalami fatiq yang sangat, sehingga tidak mampu menahan gaya sentrifugal dari putaran turbin tersebut.

Untuk memastikan bahwa turbocharger tidak mengalami hal tersebut, pastikan bahwa jalur exhaust gas engine bersih, bahkan dari sisa – sisa kampuh las pada saat pembuatan flens dan sejenisnya, serta pergantian secara berkala katup silinder agar tidak patah ditengah operasi.

Dan untuk menghindari kerusakan akibat masa pakai yang sudah usai, kalau tidak boleh saya sebut usang perhatikan umur blade turbocharger yang terpasang. Usia turbine blade hingga masa pergantian kurang lebih 50,000 hours. Bisa lebih lama, atau kurang dari itu tergantung dari load profile turbocharger tersebut.

 

*mohon maaf, gambar tidak bisa ditampilkan karena merupakan rahasia dari perusahaan*

WHAT IS HAPPINESS?

IMG_7543

Sejenak saya tertegun saat ada pesan masuk di inbox FB saya “ Iki aku nang jamda karo kak Mantap, asep, Masruki kebagian tugas jadi operator Risk n Safety Camp… Iso dibantu Yik…buat draf / point2/indikator utk Risk n Safety Camp dari berbagai macam kegiatan Jamda tsb….

Ah… jamboree, sebuah aktifitas yang sangat menyenangkan, bahkan dalam beberapa waktu belakangan tidak hanya pramuka penggalang saja yang berjambore. vespa kumpul pun memakai judul jamboree vespa, seolah mereka mengerti sejarah dan maknanya jambore yang sejak 1905 diadakan untuk pertamakalinya di brownsea island oleh BP.

Saya tidak akan membahas sejarah jamboree atau apa yang dilakukan oleh para vespa ketika berjambore, karena saya belum memiliki vespa walaupun kepincut setengah mati dengan keelokan piagio waktu pameran di atrium TP hehehehehe.

Jambore mengingatkan saya akan kegembiraan 2000 an remaja tanggung dalam sebuah areal perkemahan, dan sejauh pengamatan saya mereka tidak merasa susah walaupun tidak semua hal pendukung jamboree berjalan memuaskan. Baik itu sarana maupun aktivitas yang diselenggarakan oleh pantia. Mungkin  para Pembina pendampinglah yang mempuanyai peranan paling besar menciptakan “ketidakgembiraan” ditengah euphoria peserta asli jamboree tersebut.

Saya masih sangat ingat betapa senyum saya mengembang, ya… mengembang dan merasa sangat senang melihat keceriaan adik – adik dalam menikmati jamboree yang kami adakan. Saat itu saya tidak mengerti alasan dibalik kegembiraan yang saya nikmati, dan mungkin penanggung jawab kegiatan yang lain juga saat itu. Dari sisi materi,waktu dan tenaga sudah jelas kami semua habis – habisan dan mendekati bangkrut hehehehe bahkan kuliah pun hilang selama 3 minggu, untung saja jaman itu peraturan absensi di ITS masih memungkinkan saya ikut ujian dan pembimbing TA yang baik hati karena 3 minggu ditinggal tanpa kabar, dan tidak marah!!

Sesaat setelah membaca pesan di inbox tersebut serta membawa kembali kenangan akan jamboree yang telah lalu, baru bisa saya mengerti makna dari sebuah tulisan BP “true happiness is to make others happy – Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah membuat orang lain bahagia”. It is so true, memang benar demikian adanya, dan salah satu bukti yang bisa saya rasakan adalah senyuman saya saat melihat senyum keceriaan adik – adik peserta jamboree. Bukankah membuat orang lain berbahagia juga merupakan bagian dari ibadah, mengenai besar kecil nilai pahala tidak perlu kita repot – repot menghitungnya karena sudah ada yang menentukan hal tersebut.

Selamat berjambore 2014, kami dari tim manajemen resiko bermimpi bahwa di jamboree nanti peserta dan lingkungan perkemahan tersenyum gembira.

Black Book of Rover Scout II; Ideal concept, a guide to happy scouting

Tampilan sampul dalam

Tampilan sampul dalam

Sekali lagi, saya mohon maaf atas judul buku yang amat kurang ajar tersebut. Namun judulnya akan lebih panjang bila ditulis dalam bahasa Indonesia, jadi terpaksa harus menggunakan bahasa Inggris.

Buku ini sebenarnya merupakan satu paket dengan buku pertama, namun khusus untuk edisi yang ini saya ingin membuatnya sungguh special bagi siapapun nantinya yang sudi membacanya. Ideal concept, inilah ide awal yang mendasari dari buku ini. Sebuah konsep yang saya kembangkan bagi adik – adik saya di ambalan sebagai panduan melaksanakan kegiatan. Inilah efek samping punya pembina “toyiber” ( ingat lagunya wali berjudul bang toyib?) sehingga harus berteman dengan buku lebih sering.

sekilas konsep ini seperti scout project, saya mengatakan mirip namun sebenarnya sangat berbeda. Ideal concept lebih mandiri kalau boleh saya katakan. Lebih banyak pengetahuan dan ketrampilan manajerial yang ada dalam buku tersebut, makanya ketika menulis buku ini saya sempat pusing kepala. Apalagi kalau bukan membahasakan bahasa project management menjadi bahasa pramuka yang membumi. Dan semoga sukses hehehehehe

Ideal concept merupakan panduan bagi pramuka penegak, tidak hanya penegak namun bagi remaja yang ingin membuat dan mengelola kegiatan di alam terbuka. Dalam buku ini nantinya akan dibahas mulai bagaimana membuat sebuah kegiatan, mengatur sumber daya uang,material dan manusianya, serta yang paling penting bagaimana menarik pembelajaran dari semua aktifitas yang telah dilaksanakan. Saya memiliki pemikiran bahwa di pramuka, ” Learning is within process, not only during D day”. Keyakinan saya bahwa proses yang dilakukan dengan benar, maka hasilnya pun akan benar. tanpa proses yang benar namun hasilnya benar?? menurut saya itu takdire sing kuwoso heheheheh

A guide to happy scouting, nah pramuka ini kan organisasinya anak muda. Coba tanyakan  pada anak kenapa ikut pramuka? alasan yang paling banyak adalah berkemah. Tapi mungkin sekarang sudah ndak lagi, alas an terabanyak karena diwajibkan oleh dikbud hehehehe… Berkemah,naik gunung, jelajah dan banyak aktifitas luar ruangan lainnya merupakan kegemaran anak muda. Namun harus diingat bahwa kegiatan seperti itu harus direncanakan dan yang paling penting bisa mengambil pelajaran dari kegiatan tersebut. Menurut saya, bila anak muda memiliki ketrampilan untuk membuat sebuah kegiatan bagi diri dan kelompoknya, maka mereka akan gembira dalam organisasi tersebut.

 

BLACK BOOK OF ROVER SCOUT

Black book of rover scout, pada awalnya buku ini merupakan panduan yang khusus saya buat untuk adik – adik penegak di Ambalan 10 Nopember, materinya sendiri merupakan kumpulan dari artikel yang saya tulis mulai dari tahun 2004. Ide untuk mengumpulkannya menjadi sebuah buku dan memodifikasi isinya timbul ketika saya harus menjadi Pembina penegak di gudep ITS.  Dengan membuat sebuah buku panduan, saya berharap penyebaran informasi yang lebih merata. Dengan jumlah informasi yang sama yang diterima oleh tiap anggota ambalan, maka aktifitas untuk membuatnya menjadi pengertian dan pemahaman akan lebih mudah  dan waktunya lebih singkat. Dan yang paling penting, semua hal tentang pengelolaan aktifitas dan organisasi memiliki panduan yang sama dan bisa ditelusuri referensinya.

Hingga di awal 2013 lalu, banyak yang mengusulkan untuk menerbitkan buku ini sehingga bisa dibaca oleh umum. Waktu itu saya bilang “ wah mungkin agak lama karena harus memodifikasi isinya supaya tidak terlalu berkarakter ITS”. Keyakinan saya bahwa karakter sebuah ambalan haruslah menjadi ciri khas, dan itu saya alami ketika masih menjadi pramuka penegak. Saya bisa lihat karakter orang, cara berorganisasi dan budaya yang ada di ambalan saya sungguh berbeda dengan ambalan yang lain. Mungkin dikarenakan sekolah dan latihan yang dilakukan juga berbeda. Nah buku ini waktu itu saya bikin, mau tidak mau, suka atau tidak suka berkarakter sangat ITS dan juga sedikit berkarakter DKD Jatim. Apakah itu disengaja? Tidak juga, hanya saja sebagian besar waktu saya 10  tahun belakangan beraktifitas pramuka disitu. Mungkin akhirnya karakter tersebut terbawa dalam penyusunan buku.

Proses penerbitan buku tersebut bisa terwujud dengan bantuan dari Mbak Agustina, penulis buku Galang the Scout yang juga senior saya di gudep ITS dan teman kelompok saya waktu ormed tahun 2000 di Tulung Agung yang saya panggil Tina tanpa mengetahui bahwa mbak ini ternyata senior 3 tahun di atas saya hehehehhehe sori dori mori mbak yo. Juni 2013, cetakan pertama buku ini hadir dan kurang dari sebulan 200 buku sudah terjual. ( akhirnya banyak juga yang punya hobi membaca wkkwkwwkwkw)

 

Black Book of Rover Scout cetakan pertama

Black Book of Rover Scout cetakan pertama

September 2013, ada perubahan desain sampul buku, layout halaman serta penyempuranaan beberapa materi yang ada di dalamnya. Dan cetakan ke – 2 ini, black book kembali bersampul hitam sesuai dengan buku aslinya di tahun 2009.

 

New Black Book of Rover Scout

New Black Book of Rover Scout

 

Black book of rover scout sendiri terdiri dari 3 bagian utama yaitu organisasi, ketrampilan dan pengetahuan, pengembangan diri. Buku yang beredar untuk umum jauh berkurang isi materinya bila dibandingkan dengan naskah aslinya, karena bila dicetak sesuai dengan naskah asli, halaman bukunya akan terlalu tebal dan kurang praktis. Saya sendiri merencanakan untuk membuat black book ini menjadi 4 seri.

Kenapa memilih judul Black Book of Rover Scout?  Jujur tidak ada maksud tertentu dibalik pemilihan nama yang sangat tidak umum dan terkesan urakan ini. Hal ini sama dengan bila anda menayakan kepada pemilik pabrik rokok Gudang Garam, tentu saja bukan karena perusahaannya pabrik garam bukan? Kenapa tidak memilih nama Gudang rokok saja sesuai dengan produknya. Saya menyebutnya dengan “intuition”.  Pada mulanya black book memang bersampul hitam sesuai dengan namanya, dan itu juga jawaban yang saya berikan kepada adik – adik penegak ITS saat menanyakannya di tahun 2009. Ketika peluncuran buku di tahun 2013 dan buku saya bersampul kuning –oranye, saya jadi agak bingung juga menjelasakan ketika pertanyaan ini  muncul, atau haruskah diganti jadi Orange Book of Rover Scout?

Istilah – istilah  dalam bahasa Inggris terpaksa saya gunakan dalam beberapa kesempatan dalam buku ini untuk membuatnya cukup eye catching ataupun karena memang istilah tersebut akan kehilangan makna yang sesuai dengan maksud artikelnya. Harapan saya buku ini bisa menjadi salah satu inspirasi bagi pramuka penegak dalam mengarungi dunia kepenagakan.

 

Selamat membaca dan semoga terinspirasi…..

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN PADA PERFORMA TURBOCHARGER

Fungsi  utama dari turbocharger adalah menarik udara dalam jumlah besar untuk membantu pembakaran engine lebih sempuran. Beberapa komponen yang terkandung dalam udara yang dihisap oleh kompresor antara lain :

  • Tekanan udara (barometric pressure)
  • Suhu udara ( air intake temperature)
  • Kelembapan ( humidity)

 

Komponen yang pertama dan kedua memiliki pengaruh lanhsung terhadap performa turbocharger, akan tetapi terdapat beberapa hal selain itu yang berpengaruh terhadap performa turbocharger, yaitu  lingkungan tempat turbocharger diinstall, contohnya Suhu air pendingin yang dipakai ataupun torsi yang lebih besar untuk menggerakkan kapal karena fouling di lambungnya.

Tekanan udara ( barometric pressure)

Tekanan udara banyak dipengaruhi oleh ketinggian, semakin tinggi suatu tempat maka tekanan udaranya semakin rendah. Tekanan udara rendah berarti kerapatan udaranya renggang sehingga O2 yang terkandung didalamnya juga rendah. ( tekanan udara terendah di laut yang pernah terukur adalah 0,0915 bar di laut utara- diukur pada januari 1993, dan yang tertinggi sekitar 1,04). Dengan beban engine berapapun, pressure ratio yang melewati turbine akan meningkat seiring dengan turunnya tekanan udara. Hal ini akan membuat putaran turbocharger menjadi lebih tinggi.

Banyak turbocharger yang dipasang pada marine propulsion engine, pada beberapa engine dengan output yang sama, putaran turbocharger yang dihasilkan akan berbeda tergantung pada tekanan udara dimana kapal tersebut beroperasi.

Pressure ratio pada kompresor meningkat seiring dengan meningkatnya putaran turbocharger. Nilai  charging pressure yang terbentuk pada tekanan udara yang lebih rendah, sedikit lebih kecil dari charging pressure pada tekanan udara yang lebih tinggi.

Turbochrager pada locomotive engine yang beroperasi di daerah pegunungan harus memperhitungkan kondisi ini. Saat kecepatan engine sudah pada posisi maksimal, maka output harus diturunkan untuk mencegah turbocharger overspeed karena memenuhi kebutuhan udara yang diperlukan oleh engine. Mungkin juga diperlukan beberapa hal untuk mencegah hal tersebut ( overspeed) terjadi seperti waste gate system device.

altitude diagram for TC

Suhu udara ( air intake temperature)

Energi yang dibutuhkan untuk memampatkan udara berbanding lurus dengan suhu udara. Pressure ratio pada kompresor akan turun sering dengan meningkatnya suhu udara, begitu juga sebaliknya. Pengaruh suhu udara pada performa turbochrager cukup signifikan, bila sebuah engine beroperasi didaerah dengan suhu udara intake rata – rata 25°C dan kemudian pindah ke area dengan suhu udara intake rata – rata 45°C, charging pressure akan turun hingga 6 %. Dengan charging pressure yang turun cukup signifikan, turbocharger akan berputar lebih cepat dengan load engine yang sama .  Konsekuensi dari hal ini adalah :

  • Udara yang masuk ke engine lebih sedikit
  • Rasio udara – fuel lebih rendah
  • Temperatur exhaust gas lebih tinggi

 

Kelembapan udara  humidity)

Kelembapan udara tidak berpengaruh pada performa turbocharger, bagaimanapun juga jumlah air yang terlalu banyak terbawa masuk akan menyebabkan pengendapan air di aftercooler.

 

Suhu air pendingin yang dipakai aftercooler

Pada turbocharger mesin 4 langkah, suhu udara charging memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kondisi udara. Ambil contoh, bila ditentukan suhu udara charging  katakanlah 50°C, karena sesuatu hal, suhu pada inlet air  pendingin lebih tinggi 10°C, sehingga suhu udara charging menjadi 60°C maka jumlah udara akan turun menjadi sekitar 3%. Hal ini akan membuat operating line kompresor cenderung naik mendekati surge line pada kompresor map. Secara umum hal ini banyak ditemui pada turbocharger yang mengalami surging.

Torsi yang dibutuhkan ( torque requirement)

Biasanya terjadi untuk 4 stroke marine engine dimana sering dibutuhkan torsi yang besar pada putaran yang cukup rendah. Dimana udara yang diperlukan diperoleh sesuai dengan putaran mesin. Dalam kondisi demikian maka suplai udara yang dihisap oleh kompresor tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan power yang diperlukan oleh engine. Hal ini juga mengakibatkan operating line pada compressor akan naik mendekati surge line pada compressor map diagram.

 

 

Iseng merambah Gumitir

Mengunjungi Banyuwangi lewat jalur utara, melalui Situbondo menurut saya tidak seseru melalui jalur selatan. Panas dan pemandangannya kurang asoy, kecuali anda mau singgah menyelam di Pasir Putih situbondo, atau sekedar melihat kepingan sabana afrika di tanah Jawa yang ada di taman nasional Baluran. Tahun 2002 dulu,saya bersama teman – teman pramuka Situbondo pernah survey di Bajul mati,sebuah sungai dengan areal yang cocok untuk dijadikan lokasi berkemah petualang. Namun sekarang kalo mau kemah disini lagi bakalan ndak mungkin, wong terakhir lewat sini 1 tahun lalu sudah proses pembangunan bendungan.

Bila anda penyuka travelling dengan motor (baca touring), maka melintasi jalur selatan propinsi Jatim merupakan hal yang patut untuk dicoba. Dijamin gak ngantuk deh, dengan jalur yang banyak kelokan berpadu dengan tanjkan serta turunan akan selalu membuat kita untuk tidak lengah dibelakang kemudi. Jalur yang pernah saya lewati berkendara yaitu dari Banyuwangi – Kali baru – jember – Lumajang – Pasirian – Pronojiwo – Ampel gading – Turen – Gondang legi – Kepanjen – Sumberpucung. Sebenarnya bisa terus masuk jalur lintas selatan yang baru dibangun, dari Turen bisa menuju arah pantai Sendang Biru di Sumbermanjing Wetan lalu mengikuti jalur selatan hingga Trenggalek. Untuk yang terakhir ini saya kira – kira aja lo, kalo jalan kaki sih sudah pernah tapi kalo berkendara masih belum. Namun menurut info terakhir jalannya sudah teraspal hot mix

Lewat jalur selatan dari arah Jember menawarkan sensasi yang berbeda, saya lebih suka lewat jalur ini. Lebih sejuk dan banyak lokasi eksotis untuk sekedar melepas lelah. Lepas dari Banyuwangi memasuki gelnmore anda bisa mampir untuk membeli pia glenmore yang rasanya oke punya, mohon maaf bakpia pathok, kalo di adu secara rasa, Jogja harus minggir sebentar. Pia ini hanya dijual disatu toko saja, dimana dibelakan toko tersebut adalah tempat pembuatan pia tadi. Rasanya pun macam – macam, dan dijamin fresh from the oven karena hari itu dibikin hari itu juga habis terjual di tokonya. Sayang saya tidak mengambil foto toko dan bentuk pianya. Anda harus coba pia ini!!

Masuk wilayah Kalibaru,nah rute favorit saya dimulai dari sini. Udara sejuk dari hutan pinus dan perkebunan tebu menyapa, sangat menggoda untuk sekedar menurunkan kaca mobil dan mematikan AC untuk menikmati udara yang langka di Surabaya. Ada yang khas dari wilayah ini, yaitu kios – kios pinggir jalan yang menjual berbagai peralatan rumah tangga macam panci, wajan,cobek batu dan peralatan alumunium bisa kita jumpai disini. Mungkin barang yang mereka jual adalah produk local orang sini, tidak bisa saya pastikan karena tidak sempat berhenti untuk sekedar mencari informasi. Di sini juga terdapat sebuah resort yang terletak diantara rerimbunan pohon pinus dan perkebunan tebu. Resort Kalibaru, kalo dilihat sepintas jalan sih kayaknya bagus dan cocok bagi pasangan yang mau berbulan madu.Seppiiiiii.. jauh dari gangguan deh pokoknya hehehe

Menjelang masuk wilayah Gumitir jalanan mulai menanjak dan pepohonan semakin rapat, namun nggak perlu anda khawatir karena jalur ini merupakan jalur ramai. Banyak kok kendaraan yang melintas, motor aja banyak, paling tidak jauh lebih banyak dibanding dengan jalur lumajang – malang. Lebar jalan dijalur ini hanya cukup untuk 1 mobil saja, menyalip saya kira bukanlah pilihan yang bijak. Salah perhitungan sedikit bisa fatal akibatnya, tabrakan atau nyungsep di jurang. Silahkan pilih salah satu. Tapi banyak juga kok yang melakukan aksi salip salip sini, termasuk kami hehehehehe karena kurang sabar saat harus bejalan dibelakang truk yang berjalan layaknya siput saat menanjak. Lebih baik nyalip dari pada ini truk ntar mundur karena gak kuat, kan lebih sengsara. Oh ya, di jalur ini juga banyak melintas bus pariwisata maupun bus regular, jadi harus hati – hati.

Ahh.. tebing dan jurang berpadu dengan hijaunya pepohonan, giman nggak ngiler para kompeni dengan alam kita ini. Pantes aja betah banget tuh bule – bule. Eiit… apa tuh, bikin mata sepet aja. Pengemis!!! Sekali lagi P E N G E M I S, banyak sekali peminta – minta di jalur ini, mereka membangun pondok – pondok dari bamboo dengan atap sekedarnya kemudian mengemis kepada pengemudi yang lewat. Siapa guru yang mengajarkan kebodohan macam ini? mereka semua sehat, tidak sedikit pula yang masih muda usia produktif. Selain tenda pengemis banyak pondok yang dibangun untuk berjualan makanan. Kedai kopi dan mie instan paling banyak ada disini. Jadi ana bisa berhenti di beberapa tikungan yang cukup lebar dan mampir untuk sekedar minum kopi atau the sembari menikmati pesona alam gumitir. Untuk yang menghendaki tempat ngopi high class anda bisa mampir di café Gumitir yang terletak kira – kira ditengah jalur ini. Ditempat ini anda bisa juga menjajal permainan outbound, ATV atau berkuda berkeliling,selain fasilitas hiburan mushola dan toilet dengan kebersihan yang yahud juag tersedia.

Setelah melewati rute gunung ini anda memasuki kabupaten Jember, dan disini anda juga bisa mampir di kedai – kedai yang banyak tersedia di pinggir jalan sebelum memasuki rute gumitir. Saya belum pernah berkendara di sini dalam kondisi gelap, saya lebih memilih melaluinya siang hari agar bisa menikmati keindahan panorama gumitir. Mungkin akan lebih romantic lagi bila melaluinya saat senja atau pagi saat mentari baru saja muncul. Kabut tipis, lebatnya hutan berpadu dengan seduhan kopi merupakan kombinasi dahsyat yang sulit untuk dicari tandingannya. Ahhh… mengingatkan memori 9 tahun silam, menyeduh kopi sambil melihat siluet gunung Penanggungan mengiringi undur dirinya sang surya….

MANAJEMEN RESIKO KEGIATAN ALAM TERBUKA : BAG – 3 ( habis)

 

PRAKTEK MANAJEMEN RESIKO KEGIATAN ALAM TERBUKA

Dalam dua edisi sebelumnya kita sudah mempelajari tentang apa itu resiko, sumber bahaya yang menimbulkan, bagaimana menilainya serta menggolongkan tingkatan resiko tersebut. Nah ketika data tentang resiko dan kegiatan sudah kita miliki, yang paling penting adalah bagaimana mengelolanya sehingga kegiatan tersebut aman dilaksanakan. Karena begini, prinsip dasar tentang manajemen resiko adalah ; tinggalkan bila itu beresiko atau hadapi dengan resiko yang ada. Kalau pilihan pertama yang dipilih, ya… sudah nggak usah mikir lagi, tapi bila yang kedua pilihannya maka akan lain ceritanya.

 Ketika merencanakan atau melaksanakan kegiatan alam bebas, sangat penting untuk mempertimbangkan segala kebtuhan, teknik pelaksanaan dan rekomendasi teknik pelaksanaan. Hal ini akan membuat instruktur bisa melaksanakan kegiatan dengan profesional dan aman. Juga harus dipastikan bahwa kegiatan itu dilaksanakan dengan standar umum yang berlaku untuk kegiatan tersebut atau dalam istilah indusrialnya disebut industrial best practice, dimana teknik ini telah terbukti handal dan aman secara luas.

 Hal –  hal yang harus dilakukan untuk menerapkan manajamen resiko alam terbuka:

 1.    Membuat perencanaan

 Kegiatan alam bebas memerlukan perencanaan yang matang untuk mencegah insiden serta respon yang harus dilakukan bila insiden benar – benar terjadi.  Dokumen – dokumen mengenai rencana kegiatan, teknis pelaksanan dan manajemen resiko bisa dipakai untuk  panduan dan bahan pelatihan. Untuk menyiapkan hal tersebut harus telaten dan rajin, karena semua hal menyangkut kegiatan serta pelaksanan tindakan darurat harus tertulis.

Dalam resiko manajemen, semua staf harus ikut pelatihantentang manajemen resiko. Semua perencanaan darurat harus tertulis dan harus diimplementasikan. Rencana yang harus disusun antara lain;

 1.1 Rencana manajemen resiko

 Rencana manajemen resiko dibuat adalah untuk mengidentifikasi sumber bahaya yang mungkin timbul pada kegiatan yang akan dilaksanakan dan langkah yang diambil. Manajemen resiko harus mengidentifikasi semua sumber bahaya yang ada di lapangan dengan jelas (lingkungan, alat, manusia) dan dampak terhadap bisnis bila insiden tersebut terjadi.

Setelah diidentifikasi, harus dibuat strategi untuk menghindari insiden yang ditimbulkan resiko dan membuat ceklist.

 

 

  1. Sumber bahaya di lapangan – contohnya berupa; 
  • Lingkungan yang ekstrim
  • Longsor
  • Gelap
  • Terbakar matahari
  • Sengatan lebah
  • Angin
  • Kerusakan mekanik
  • Kendaran lain yang ugal – ugalan
  • Kondisi tali pengaman 
  1. Sumber bahaya karena kelalaian manusia, dibagi dalam sudat pandang individual, kelompok dan pemimpin – contohnya berupa; 

Individual (peserta)

pemimpin

kelompok

 Tidak sadar akan kondisi bahaya

 Tidak memiliki skill menghindari bahaya

 Pembangkang

 Bertindak kurang bertanggung jawab

 Bersikap sok jagoan

 Lemah/stamina kurang

 Takut

 Tidak punya pengetahuan yang cukup

 Kesalahan dalam menilai resiko

 Skill mengelola kelompok yang kurang

 Manajemen yang kurang efektif

 Kesadaran akan keselamatan kerja yang lemah

 Latar belakang budaya, cara menilai orang

 

 Tidak bisa bekerja sama

 Gesekan antar anggota

 Kompetisi internal yang berlebihan

 

Adanya tekanan untuk berprestasi

 Sikap yang kurang peduli akan keselamatan

 Adanya blok/geng dalam kelompok

 

 

  1. Sumber bahaya terhadap bisnis – contohnya berupa; 
    • Ijin penggunaan lahan dicabut/tidak diberikan lagi
    • Persepsi negatif di masyarakat terhadapa kegiatan
    • Pembatalan program
    • Penalti karena insiden
    • Pembatasan kegiatan/black list
    • Staf yang mengundurkan diri

 

     1.2          Rencana perjalanan

 Rencana perjalanan yang tertulis dan terpetakan membuat staf dan instrktur mampu untuk mengartikulasikan perjalanan sesuai dengan rute yang akan dilalui. Rencana perjalanan merupakan manajemen resiko yang lebih spesifik. Identifikasi sumber bahaya sesuai dengan rute yang dilalui dan tindakan pencegahan yang dilakukan.  Para instruktur harus paham dengan rencana perjalanan yang harus mereka pimpin dan memastikan bahwa rencana tersebet terdokumentasi dengan baik. Dokumen – dokumen perjalanan terdahulu bisa digunakan sebagai panduan bila kan melakukan kegiatan/perjalanan yang sama.

 1.3          Rencana tanggap darurat

Rencana perjalanan dibuat sesuai dengan suatu kegiatan yang dilakukan dalam suatu program. Rencana ini dibuat untuk sebagi panduan bertindak dalam jangka pendek bila terjadi insiden. Semua pendukung kegiatan – instruktur, fasilitator,staf – harus paham dengan rencana tanggap darurat.

 1.4          Membuat SOP untuk instruktur

 SOP untuk instruktur berupa arahan tertulis mengenai program yang dibuat oleh manajer program. Berisi mengenai penjelasan tentang tingkat kecelakaan, bagaimana mengelolanya dan sampai batas kondisi seperti apa (jumlah kerugian,tingkat cedera dll) seorang instruktur bisa membuat keputusan.

 1.5          Review keselamatan

Dalam review keselamatan, para instruktur, para manajer program dan para spesialis bergabung membentuk sebuah tim. Mereka mengumpulkan data melalui interview, survey lapangan  dan mempelajari laporan untuk menilai standar dan manajemen keselamatan yang dilakukan. Hasil review ini berupa rekomendasi – rekomendasi. Hal yang dibahas dalam review ini meliputi;

  • Screening peserta
  • Pengetahuan akan keselamatan dari staf
  • Kualifikasi staf
  • Sistem pengelolaan resiko
  • Program kegiatan
  • Prosedur tindakan darurat
  • Logistik dan fasilitas
  • Peralatan
  • Kesesuaian program dengan peserta

Review keselamatan bukanlah pengadilan terhadap sebuah program. Review ini memiliki keuntungan jangka pendek dan jangka panjang terhadap sebuah program. Review ini bisa menjadi sebuah ajang pelatihan keselamatan berkegiatan, karena forum ini merupakan forum diskusi dan saling membagi pengalaman dalam melaksanakan suatu kegiatan alam bebas. Kebijakan mengenai keselamatan dalam kegiatan alam bebas lebih banyak dilakukan berdasarkan pengalaman – pengalaman pelaksana kegiatan tersebut. Dengan review tersebut, bisa diperoleh prespektif lebih luas tentang keselamatan suatu kegiatan, sehingga kebijakan yang diterapkan lebih merupakan pengembangan dari pola – pola yang telah ada.

 1.6          SAR

Dalam pelaksanaan kegaitan alam bebas, SAR memerankan titik sentral dalam manajemen resiko. Pengetahuan akan lokasi dan posisi tim SAR serta bagiamana menghubungi mereka dalam kondisi darurat akan menentukan kondisi insiden selanjutnya. Keberadaan tim SAR juga akan meningkatkan kondisi psikologis peserta bahwa mereka berkegiatan dalam kondisi aman.

 2      Menerbitkan standart minimum keselamatan dalam operasional

 Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan harus memiliki standar operasional minimum. Hal ini merupakan standar minimum kebutuhan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sehingga kegiatan tersebut layak untuk dilakukan.

Proses – proses dalam tahap ini adalah :

  1. Mengidentifikasi tentang hukum dan peraturan yang terlibat dalam kegiatan :
  • Hukum yang berlaku terkait penggunaan peralatan – penggunaan kendaraan i.e trike, mengemudi truk
  • Ijin penggunaan lahan kegiatan – ijin ini bisanya dikeluarkan oleh pemilik lahan yang dipakai kegiatan, termasuk area yang bisa digunakan dan area yang terlarang
  • Peraturan lokal terkait dengan pengamanan personel – peraturan tentang kesehatan personel, tindakan yang mungkin melanggar aturan lokal

 

      2. Mengidentifikasi dan melaksanakan teknik pelaksanaan yang sesuai untuk tiap aktifitas.

  • Panduan – bisa menggunakan dari berbagai sumber
  • Standar nasional pelaksanaan suatu kegiatan – misal untuk untuk kegiatan selam dengan melihat dokumen POSSI, paralayang melihat dokumen PLGI

 

      3. Menentukan standar minimum manajemen resiko, cek dengan pertanyaan :

  • Filosofi kegiatannya apa?
  • Pasar kegiatannya siapa?
  • Apa outcome kegiatannya?
  • Skill dan pengetahuan pesertanya tentang kegiatan yang akan dilaksanakan?
  • Institusi yang terlibat?
  • Level kegiatan yang mungkin bisa untuk dilaksanakan dengan kondisi yang ada?

 

3      PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO

 Semua hal diatas adalah dokumen tentang keselamatan serta sistem manajemen, implementasi dilapangan menjadi panggung demonstrasi ketrampilan staf, instruktur dan manajer program. Mereka bertanggung jawab akan terlaksananya sistem keselamatan ini di lapangan.

Beberapa hal yang harus diaplikasikan dalam pelaksanaan kegiatan adalah;

 3.1  Briefing tentang resiko dan keselamatan (safety talks)

Beberapa insiden yang terjadi dalam kegiatan alam bebas diakibatkan oleh kegagalan instruktur menyampaikan resiko insiden yang bisa terjadi, sumber bahaya yang menyertai kegiatan tersebut, perlengkapan yang digunakan serta apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan.  Untuk menghindari pembicaraan yang panjang, buatlah catatan, safety talk haruslah singkat dan mengandung informasi sebanyak mungkin. Safety talk lebih baik dilaksanakan secara berkala 

Perkenalan

  • Perkenalan komponen pantia yang terlibat beserta tugasnya
  • Meminta perhatian – keselamatan adalah tanggung jawab bersama, termasuk peserta

 Program

  • Penjelasan rencan perjalanan – kondisi geografi, cuaca
  • Kemungkinan bahaya – pingsan, dehidrasi dll
  • Penjelasan tentang peralatan yang akan dipakai
  • Beri contoh tentang pemakaian alat yang benar
  • Penjelasan apa yang harus dilakukan bila terjadi insiden ( i.e seseorang tersesat, hanyut disungai, terperosok tebing )
  • Penjelasan apa yang tidak boleh dilakukan selama kegiatan berlangsung

 

Tangggung jawab peserta

  • Jelaskan tentang kondisi fisik yang harus dihadapi
  • Tanyakan pada mereka tentang kemampuan mengikuti kegiatan ini
  • NO smoking and NO alkohol selama kegiatan
  • Minta peserta untuk memperhatikan bila ada peralatan yang kurang baik/terjadi kerusakan
  • Melaporkan sesegera mungkin bila terjadi insiden

 Pentupan

  • Pastikan semua peserta telah bersedia ikut kegiatan ( bila perlu beri form tertulis)
  • Tanyakan apa ada hal yang ingin mereka sampaikan
  • Pastikan semua peserta mengerti isi briefing

              3.2  Sistem komunikasi

Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak pilihan berkomunikasi. Telepon satelit memiliki banyak kelebihan untuk membuat koneksi walaupun ditempat yang terpencil sekalipun. Namun sistem komunikasi harus disesuaikan dengan medan yang akan dipakai dan yang paling penting adalah kemampuan sumber daya finansial untuk membiayai sistem komunikasi yang dipakai.

Rentang pemilihan teknologi komunikasi tidak hanya meliputi telepon maupuan radio UHF/VHF, tidak  tertutup kemungkinan menggunakan LAN ( Local Area Network) komputer sehingga proses komunikasi yang dilakukan memiliki bukti tertulis dalam melakukan suatu tindakan.

Sistem komunikasi yang handal mampu menjamin ketersedian informasi dan kontrol terhadap seluruh wilayah kegiatan. Insiden yang terjadi akan lebih mudah dimonitor dengan sistem komunikasi yang bagus. Respon terhadap kondisi darurat pun akan lebih cepat.

 3.3  Riwayat kesehatan

Peserta yang akan mengikuti kegiatan harus telah dimonitor kesehatan dan kondisi fisiknya oleh panitia. Screening peserta sebelum mengikuti kegiatan harus dilakukan, meliputi pemeriksaan riwayat penyakit, alergi serta tingkat kebugaran. Peserta yang tidak dalam kondisi kesehatan prima serta tidak memiliki tingkat kebugaran seperti yang telah disyaratkan harus tidak boleh mengikuti kegiatan.

  3.4  Pengenalan medan

Kegiatan alam bebas memiliki kemungkinan yang cukup banyak untuk diskenariokan, utamanya bila dilaksanakan dilokasi yang baru. Pengenalan terhadap medan kegiatan akan membantu para instruktur untuk membawakan kegaitan dan mengawal peserta dengan aman. Untuk mengenal medan yang akan dipakai, survey secara komprehensif harus dilakukan, dengan membuat simulasi ketika kegiatan dilaksanakan. Termasuk menghitung rentang waktu dan lokasi yang akan digunakan untuk tinggal.

Hasil surevey didokumentasikan dengan penjelasa lengkap sumber – sumber bahaya yang ada dalam satipa aktifitas serta tindakan pencegahan yang harus dilakukan. Bila memiliki dokumen dari survey kegiatan terdahulu, maka bisa dilakukan perbandingan tentang kondisi lingkungan serta sumber bahaya yang ada

 

4      DOKUMENTASI DAN FORM

 Form – form yang bisa digunakan dalam menerapkan manajemen resiko ;

  1. form kesediaan
  2. form pernyataan
  3. form riwayat kesehatan
  4. laporan kecelakaan
  5. Rencana perjalanan
    • laporan sebelum perjalanan
    • laporan sesudah perjalanan
  6. outline rencana tindakan darurat
  7. check list
  8. proses manajemen resiko
  9. ceklist keselamatan dan kesehatan
  10. cheklist orientasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seleksi masuk SD, perlukah???

Saya menulis ini karena tidak tega melihat “manusia – manusia mini ” (baca anak SD) harus membawa beban seberat para pendaki gunung serta disbukkan dengan berbagai macam les dan kursus yang membuat mereka hidup seperti robot akademik dan kehilangan waktu untuk sekedar bermain layang – layang,gundu, petak umpet bahkan mengejar capung ataupun kupu – kupu

Tahun ajaran baru akan segera tiba menyusul berakhirnya ujian nasional bagi sekolah. Diwaktu anak – anak merayakan waktu liburannya dengan bersuka cita, disisi lain banyak orang tua yang pusing kepala mengenai sekolah anaknya mendatang. Ini terjadi lo pada temen saya sekantor, saya aja yang denger jadi ngeri sendiri, kayaknya susah banget cari sekolah. Mulai dari yang bergadang mantengin PSB online di negeri dengan bandwith pas – pas ini,hingga melatih kesabaran dari subuh demi mendapatkan jatah kursi. Denger ceritanya aja udah males, perasaan dulu jaman saya sekolah nggak gitu – gitu amat ya. Ini cerita mereka yang ngejar bangku di SMP/SMA, nah lain lagi juga cerita tetangga meja di kantor yang mau mendaftarkan anaknya masuk SD. Nggak kalah ribetnya ternyata, dia khawatir anaknya tidak akan masuk SD karena masih kesulitan membaca dan berhitung. Lah, ini yang aneh saya bilang, bukannya SD merupakan tempat untuk mengajarkan anak membaca,menulis dan berhitung? Terus terang ini bukan pendapat saya personal, tapi kata temen saya yang dulu sekolahnya di UNESA dan jurusannya pendidikan.

Saya percaya begitu saja wong dia sekolahnya bagian itu, pasti jauh lebih tau daripada saya yang sekolahnya di bilangan keputih sana. Namun pada dasarnya, saya sepakat dengan konsep tersebut mengingat usia sebelum masuk SD, kira – kira kurang dari 6 tahun lah sepertinya terlalu memaksakan bila diharuskan “mahir” membaca,menulis dan berhitung. Mahir dalam ukuran anak – anak lo ya. Dalam pandangan saya dunia anak – anak adalah dunia bermain dan bersenang – senang, proses belajarnya akan tumbuh seiring dengan bertambahnya usia dan pengalamannya. Dengan usia 0 – 6 tahun, anak – anak akan mungkin akan belajar mengenal angka dan huruf, kemudian merangkainya berdasarkan logika yang mereka miliki. Apa salah kalau ada yang memasukkan balitanya untuk belajar aritmatika dasar di TK? Nah ini pertanyaan agak menjebak hehehehehe kita harus melihat dari berbagai aspek dan sudut pandang. Bila merujuk pada psikolog yang menyatakan bahwa dunia 0 – 6 tahun adalah dunia bermain dan waktu bagi anak untuk mengenal lingkungan sekitar, maka saya menjawab salah. Itu menurut saya lo ya, karena apa?terus terang saya tidak mau merebut masa bermain yang harusnya mereka miliki dan menggantinya dengan “bermain teknik berhitung” hehhehehehe

Kalau dalam rentang waktu tersebut mereka banyak bermain, nanti akan kesulitan ketika mau masuk sekolah dasar? Waktu di tes nggak lulus? Hmm iya juga ya. Ini seperti kekhawatiran yang dimiliki oleh teman saya di awal tulisan ini. Mungkin perlu dipahami oleh seluruh orang tua bahwa SD itu tugasnya mengajarkan anak menulis dan berhitung, kalau ada anak yang tidak bisa calistung ( baca tulis dan hitung) masuk SD, maka sekolah bertanggung jawab nantinya anak tersebut harus menguasai hal tersebut. Pemerintah sebenarnya sudah membuat road map tentang bagaiman sebuah sekolah dasar, yang diterbitkan dalam PP no. 17 tahun 2010 dimana dalam salah satu pasalnya melarang sekolah dasar untuk melakukan seleksi penerimaan bagi siswa baru. Ini saya lampirkan isinya :

Berikut sebagian bunyi PP 17 tahun 2010:

Pasal 69 :

(5) Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Pasal 70 :

(1) Dalam hal jumlah calon peserta didik melebihi daya tampung satuan pendidikan, maka pemilihan peserta didik pada SD/MI berdasarkan pada usia calon peserta didik dengan prioritas dari yang paling tua.

(2) Jika usia calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan.

(3) Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan             sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan

Nah lo, sudah ada buktinya bahwa harusnya  masuk sekolah dasar tinggal masuk aja, asalkan usianya sesuai. Wong masih anak – anak kok diajak stress berjamaah dengan mengikuti ujian masuk. Lalu bagaimana dengan kenyataan yang ada di lapangan bahwa untuk masuk sekolah dasar negeri/swasta, apalagi yang favorit pasti ada ujian masuk? Berarti ini yang nggak bener pemerintahnya apa sekolahnya??

Tanyakan pada rumput yang bergoyang, itu kata mas Ebiet

” ketika seseorang sudah puas bermain pada masa kecilnya, maka dia tidak akan lagi bermain – main di masa dewasanya”