Sebenarnya tidak nyaman juga menggunakan judul berbahasa inggris, tapi biarlah begitu, biar mirip majalah – majalah film. Pelatihan fasilitator untuk KIM kemarin boleh saya katakan belum tuntas debrief yang dilakukan. Banyak hal yang mengakibatkan kurang detailnya debrief mengenai tot kim kemarin. Dalam tot kemarin, ada sebuah badge yang terdiri dari 4 potongan terpisah yang harus diperoleh satu persatu sehingga menjaid sebuah badge yang utuh. Dalam benak saya ketika membuat rencana program tot, bahwa nantinya mereka harus mengerti poin penting dalam kegiatan tersbut, yaitu menjadi seorang pemimpin yang bisa memfasilitasi. Saya menggambarkan program tersebut dalam satu kalimat ( maaf, lagi – lagi in English ) DEVELOPING LEADERS THROUGH OUTDOOR ACTIVITIES.

Menurut pendapat pribadi, ini pribadi lo ya ( boleh diperdebatkan) rangkaian kegiatan yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur bisa membentuk karakter dan kemampuan seseorang untuk memimpin dalam bidang yang dikuasainya. Saya melihat bahwa seorang servis manajer yang handal berangkat dari service engineer yang telah malang melintang di lapangan. Itu hanyalah sebuah contoh dan mungkin jadi bahan kerutan di jidat, apa coba hubungannya dengan tot? hahahaha Dari sekian banyak metode pramuka, salah duanya adalah alam terbuka (nature) dan symbolic frame work ( kiasan dasar). Dua hal ini yang kemarin menjadi tulung punggung utama saat pelaksanaan TOT. berikut ini adalah gambar badge kemarin :

Sketsa badge, desain hasil masih di rifan

Sketsa badge, desain hasil masih di rifan

Saya berpendapat bahwa seorang leader haruslah memiliki 4 karakter yang ada di badge ini, nah hal inilah yang kemarin tidak sempat saya sampaikan saat debrief karena keterbatasan waktu. Navigasi (navigate), pencarian ( discover),daya tahan ( endurance) dan facilitate (fasilitasi) adalah 4 hal yang kebetulan terpilih menjadi kerangka kerja dalam konsep DEVELOPING LEADERS THROUGH OUTDOOR ACTIVITIES. Sedikit gambaran bagaimana kemarin tot dilaksanakan, 3 hari 2 malam merupakan waktu yang terlalu singkat untuk menjabarkan konsep ini. Waktu idela adalah 4 hari sesuai dengan jumlah tema badgenya, 1 badge per hari. Safari camp selama 3 hari dengan penggunaan peta dan kompas sebagai dasar perjalanan merupakan pokok materi yang dilakukan selama tot. Kesasar dan tiba di check point tengah malam merupakan resiko yang harus diterima, walaupun saya sebenarnya mangkel juga kalo nyasar terus. Kesel ngetutno……………. Ditambah lagi hujan selama 3 hari benar – benar menguras stamina, coba bayangno wis adem, nyasar maneh!!!! Begitulah gambaran singkatnya ( versi lengkap tot akan ditulis terpisah) Dari hasil debrief yang dilakukan setelah kegiatan, selain materi yang memang tampak secara kasat mata ( IMPK, SAR, P3K dan Camp craft) ada beberaa learning point yang bisa dipelajari, dan senangnya saya karena ini dimunculkan oleh mereka sendiri setelah berkegiatan. Beberapa learning point yang diperoleh :

  • Belajar mengelola emosi
  • Percaya diri
  • Harus lebih berani
  • Cepat mengambil keputusan
  • Mengumpulkan data untuk ambil keputusan
  • Sadar kurang latihan fisik
  • Lebih sering berlatih
  • Belajar bekerja sama
  • Belajar bernegosiasi
  • Belajar memimpin kelompok dengan berbagai macam karakter orang

Hal tersebut adalah nilai belajar yang diperoleh oleh peserta, yang muncul akibat pengalaman mereka selama berkegiatan. Berikut ini adalah nilai yang belum sempat tersampaikan waktu debrief kemarin. Seperti yang sudah dituliskan di awal, DEVELOPING LEADERS THROUGH OUTDOOR ACTIVITIES, sasaran awalnya adalah membentuk seorang pemimpin yang berkarakter melalui sebuah kegiatan. Dan itu semua disimbolkan dalam dalam badge yang ditempuh waktu tot kemarin. NAVIGATE Dalam tot kemarin, ilmu peta kompas menjadi dasar utama bagai setiap kelompok untuk mencapai tujuan. Bila salah menerjemahkan peta, maka jalan yang dipilih pun salah dan bisa jadi celakan. Pada dasarnya, peta dan kompas hanyalah sebuah kegiatan guna memberikan wawasan dan kesadaran bahwa seorang pemimpin itu haruslah mampu memberikan arah dan panduan yang jelas kepada timnya. Arah mencerminkan tujuan yang harus dicapai dan panduan merupakan cara yang akan dilakukan supaya tercapai. Seorang pemimpin selain memberikan tujuan yang jelas kepada diri dan timnya, harus juga membuat sebuah panduan mengenai pekerjaan apa saja yang dibebankan kepada setiap orang dalam timnya, termasuk dirinya. Disitu jelas pembagian tugas dan wewenangnya, bahkan mungkin pemimpin membuat sebuah petunjuk kerja untuk membantu bagi anggota tim yang kurang atau bahkan belum berpengalaman sama sekali. Ketidakjelasan arah ( tujuan) dan panduan ( pembagian tugas) dalam sebuah kelompok tidak hanya bisa mengakibatkan kegagalan dalam mencapai keinginan, namun bisa menyebabkan kegagalan kelompok itu sendiri dalam bersatu. Dikarenakan kebingungan berbuat dan gagal pahamnya akan tujuan yang harus dicapai bisa membuat anggota kelompok frustasi dan kehilangan kepercayaan pada pemimpinnya. Bila seperti ini yang terjadi, maka kelompok bisa bubar bahkan sebelum mencapai separo perjalanannya DISCOVER Kegiatan pencarian orang hilang ( SAR) hanyalah sebuah analogi dalam menumbuhkan kreatifitas serta keberanian untuk menemukan sesuatu. Dalam SAR, diperlukan beberapa kali menyisir bukit dan jurang, menyibak belukar dan berjibaku dengan duri untuk menemukan korban. Tidak jarang dalam sekali misi SAR, korban belum ditemukan, meskipun area pencarian sudah sesuai dengan informasi yang ada. Pemimpin yang keren selalu bisa membuat terobosan yang bahkan kadang tidak terlintas dibenak anggotanya, mudah memang menulisnya namun dalam kenyataannya sulit setengah mampus! Dibutuhkan kreativitas dan keberanian dalm mengarungi ketidak pastian untuk menemukan hal yang baru. Membuat terobosan dalam bidang apapun pasti memerlukan lebih dari satu kali percobaan, tidak jarang 10 kali gagal dari 10 percobaan. Pemimpin harus menyadari hal ini, dan yang paling penting adalah harus tanggap terhadap perkembangan. Pembaharuan metode, teknik dan cara kera kadang harus dilakukan untuk mengikuti perkembangan. Berapa banyak organisasi maupun perusahaan yang tidak mampu lagi berkompetisi dalam kemajuan teknologi dan budaya kekinian karena pola organisasi, metode dan teknik yang tidak pernah diperbaharui. ENDURANCE Bila kita membaca sejarah, banyak tokoh yang menjadi seorang pemimpin memiliki daya tahan yang lebih, baik dalam ketahanan fisik, metal dan kemampuan berpikir. Seorang pemimpin saya pikir wajib untuk memiliki daya tahan yang kuat supaya tetap mampu menjaga arah, memandu dan berpikir jauh untuk mencari terobosan agar tujuan yang digagas tercapai. Selama 3 hari dalam tekanan alam ( hujan deras, berkabut, dan kurang tidur) serta tumpukan tugas dari instruktur mulai membuat manajemen resiko, analisa lingkungan, hingga pemetaan lapangan hanyalah simbolisasi bahwa diperlukan daya tahan yang kuat agar tetap bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Memang mudah untuk berpikir jernih dikala stamina segar, tubuh tidak capek dan tanpa tekanan. Bagaimana bila semua kondisi itu berkebalikan? Stamina yang sudah tidak 100%, kondisi yang penuh dengan tekanan dan ketidakpastian? Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memiliki daya tahan yang cukup kuat hingga dia mampu menjadi lokomotif yang bisa menarik semangat dan kinerja timnya. Kalo lokomotifnya saja mogok, sudah tentu kereta pasti berhenti.   FACILITATE Pemimpin haruslah orang yang luar biasa dan memiliki kualitas diatas rata – rata, itu saya sangat sepakat dan mungkin dia akan menjadi seorang yang luar biasa, mungkin yaahhh.. agak – agak mirip superman lah. Bagaimanapun juga, seorang pemimpin bagi saya haruslah lebih dari sekedar orang yang jagonya luar biasa, tapi juga seorang yang juga bisa membuat orang disekitarnya juga menjadi luar biasa seperti dia. Pemimpin haruslah bisa memfasilitasi semua orang dalam timnya untuk bisa menjadi orang yang lebih pinter, lebih maju dan lebih kuat dari sebelumnya. Harus diberikan fasilitas bagi orang dikelompoknya untuk mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik lagi, seorang pemimpin harus mendampingi dan memastikan bahwa semua orang yang bersentuhan dengannya harus mendapatkan peningkatan diri. Dan menjadi pemimpin tidak harus menjadi ketua atau atasan organisasi tertentu, setiap orang harus bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.  

Iklan