Kerusakan turbine blade pada sebuah turbocharger, atau sebuah turbomachinery merupakan kasus yang sangat jarang.  Mengingat material turbine blade yang sangat bagus menjadikannya salah satu bagian yang paling tangguh di sebuah turbocharger.

Mungkin ada yang bertanya berpakah beban yang diterima para turbine blade tersebuh saat menerima dorongan dari gas buang ketika beroperasi? Untuk engine berkapasitas 8,000 Kw, beban yang diterima turbine blade saat menerima gas buang kurang lebih 1, 5 ton/cycle dalam suhu rata – rata 500 – 600 derajat C. Silahkan dihitung sendiri akumulasinya bila engine yang anda punya memiliki Rpm 360.

Jadi dengan kondisi seperti tersebut di atas ketangguhan material turbine blade tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun seperti semua mahkluk, turbine blade juga pasti rusak dalam kurun waktu tertentu. Kasus kerusakan turbine blade yang terjadi umumnya blade patah. Secara cepat, banyak orang langsung menghubungkan bahwa kerusakan blade turbocharger dikarenakan adanya benda asing yang menghantam blade tersebut. Yang paling umum terjadi adalah katup atau exhaust flexible connection yang patah dan terbang bersama exhaust gas menuju turbine blade.

Hal tersebut yang kita sebut dengan Foreign Object Defect ( FOD).

Untuk menentukan apakah kerusakan turbine blade itu FOD atau karena usia yang sudah habis masa pakainya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ;

Apabila sebuah turbine blade mengalami FOD, maka hamier dipastikan seluruh turbine blade akan mengalami kerusakan. Tidak hanya beberapa bagian saja, dan pasti nozzle akan mengalami kerusakan juga. Sebelum menghantam turbine blade, pecahan material yang terbang akan menghantam nozzle terlebih dahulu.

Untuk turbine blade yang mengalami kerusakan karena usia pakai memang secara sekilas memiki tipe kerusakan yang hampir sama dengan FOD. Blade patah, pecah dan terpotong. Namun bila hal ini bukan FOD akan terlihat bahwa blade yang rusak hanya beberapa, bahkan kadang hanya 1 atau 2 buah saja. Dan pada umumnya nozzle tidak mengalami kerusakan dikarenakan hal ini. Yang terkena dampak akan hal ini lebih kepada cover ring, karena pecahan material turbine blade ini terbang dan menghantam cover ring. Sering terjadi turbine blade hilang saat operasi, dan hanya 1 blade saja. Kemungkinan besar adalah blade root sudah mengalami fatiq yang sangat, sehingga tidak mampu menahan gaya sentrifugal dari putaran turbin tersebut.

Untuk memastikan bahwa turbocharger tidak mengalami hal tersebut, pastikan bahwa jalur exhaust gas engine bersih, bahkan dari sisa – sisa kampuh las pada saat pembuatan flens dan sejenisnya, serta pergantian secara berkala katup silinder agar tidak patah ditengah operasi.

Dan untuk menghindari kerusakan akibat masa pakai yang sudah usai, kalau tidak boleh saya sebut usang perhatikan umur blade turbocharger yang terpasang. Usia turbine blade hingga masa pergantian kurang lebih 50,000 hours. Bisa lebih lama, atau kurang dari itu tergantung dari load profile turbocharger tersebut.

 

*mohon maaf, gambar tidak bisa ditampilkan karena merupakan rahasia dari perusahaan*

Iklan