Turbocharger yang berputar dengan halus merupakan pertanda akan performa yang optimal.

Sebuah analogi sedeherna tentang hal ini adalah dengan membandingkannya dengan berkendara, bila anda berkendara dengan mobil yang tidak balance ( seimbang) rodanya maka anda akan merasakan sebuah getaran yang hebat di kemudi. Semakin kencang mobil berjalan, maka makin keras juga getaran yang ditimbulkan. Dan mobil akan menjadi lebih sulit untuk dikendalikan dengan getaran yang timbul di kemudi. Selain hal itu, getaran yang timbul memberikan dampak kerusakan yang lebih cepat pada komponen kemudi kendaraan kita, sehingga ongkos penggantiannya pun jadi bertambah.

Nah, mobil yang berkecepatan 60 km/jam ( 2000 rpm) dengan roda yang tidak balance akan memberikan efek getaran yang besar, bagiamana bila hal tersebut terjadi pada sebuah benda yang berputar dengan kecepatan sekitar 30.000 rpm? Itu adalah kecepetan rata – rata sebuah turbocharger yang terpasang pada mesin diesel medium speed.

Sekecil apapun deviasi yang terjadi dalam distribusi massa pada rotary part sebuah turbocharger akan memberikan dampak yang sangat besar. Dengan kecepatan 30,000 rpm, 10 g massa akan memiliki gaya sekitar 19,000 N atau setara hampir 1,6 Ton!!! Dalam kenyataannya banyak orang yang menganggap bahwa balancing rotor dari turbocharger adalah hal biasa saja, bahkan beberapa dengan cukup berani untuk melakukan proses balancing dengan menggunakan mesin bubut atau bahkan sekadar penyangga yang bisa memberikan kebebasan rotor untuk berputar.

Operasional turbocharger sangat lekat dengan imbalance, karena sewaktu turbocharger dioperasikan banyak substansi yang bisa mempengaruhi kondisi sebuah rotor hingga menjadi tidak balance. Depoasit yang terjadi selama pengoperasian bisa menambah jumlah massa pada salah satu sisi rotor, dan juga erosi yang mengikis material juga mengurangi massanya. Keadaan ini bisa membuat imbalance tercipta walaupun rotor tersebut sudah melalui proses balancing sebelum dioperasikan.

Balancing merupakan proses yang sangat krusial untuk menjamin bahawa turbocharger akan memberikan kemampuan optimalnya dan yang terpenting adalah keamanan saat beroperasi. Dalam turbocharger, getaran yang timbul akan diserap oleh bearing dan minyak peluman yang menyangga rotor, namun bila getaran yang timbul terlalu besar maka penyangga ini tidak akan mampu untuk melakukan hal tersebut. Kerusakan bearing atau minyak pelumas yang berubah kondisinya bisa menjadi sebuah tanda, namun bisa juga terjadi hal yang lebih besar. Banyak kehancuran sebuah turbin maupuan kompresor bahkan sebuah unit turbocharger dikarenakan imbalance yang terjadi. Dengan getaran yang ditimbulkan terlalu besar, bearing tidak kuat lagi menyangga beban rotor sehingga compressor atau turbine blade menghantam casing dan menimbulkan kehancuran.

Bagaimana dengan anda, masih berani beramain – main dengan proses balancing?