49 tahun sudah usia pramuka di negeri ini, sebuah usia yang seudah sangat matang.  tidak banyak organisasi yang mampu bertahan dan berkarya hingga menjelang setengah abad,hanya organisasi yang memiliki kultur yang kuat bisa bertahan sedemikian lama.

Sekarang ini pramuka tidak lagi “garang” sebagaimana 10 – 20 tahun yang lalu, saat ini tidak banyak remaja yang menjadi pramuka,kalau berseragam pramuka emang banyak. tapi kalo beraktifitas dan berkarya di lingkungan gerakan pramuka, eits ntar dulu bos hehehehe facebook, twitter dan PS lebih menarik minat mereka.

Kalau dilihat – lihat sekarang ini remaja lebih suka bermain didepan laptop maupun handphone mereka, ahhh susahnya mengajak mereka untuk berkegiatan luar ruangan. apalagi bila dikenalakan dengan metode kegiatan pramuka, halah… ndeso, begitu katanya. Malah, dikantor temen saya menyeletuk “Blajar kok urip mbambung,turu hutan. Blajar iku turu neng hotel” saya cuman ketawa aja, namun sempat berpikir juga, jangan – jangan begini ini pandangan masyarakat pada kegiatan pramuka.

Sempat timbul pertanyaan, apakah pramuka ini memang anak krucuk ya? karena dulu waktu mau nyelam di pulau menjangan, sama orang – orang disana ditanya” loh pramuka bisa nyelam juga?” heeghhh itu tanya apa ngajak berantem ya.

kibarkan tunas dibawah air

Saya merasa bahwa gerakan pramuka masih menjadi benteng untuk pendidikan watak remaja di Indonesia, sulit menemukan organisasi kepemudaan yang bisa menandingi pramuka dalam hal konseptual pendidikan anak muda. Mungkin dalam hal popularitas dilingkungan remaja modern, pramuka kalah.

Diusia yang cukup dewasa ini,sudah selayaknya pramuka menjadi soko guru pendidikan watak anak muda Indonesia. Perlu beberapa transformasi dan pendekatan yang lebih eye catching untuk mengembalikan anak muda Indonesia bersedia bergabung dengan pramuka. SELAMAT HARI JADI PRAMUKA. HAVE FUN, SAFE AND LEARN.

Iklan