Dari judulnya aja keliatan udah mirip ama cerita roman, tapi emang kok sesuai ama judulnya. Senja di pantai Kalasey memang kerena abis, apalagi motretnya sehabis diving. Lengkap sudah. Desa Kalasey 1 namanya, merupakan base camp kita sewaktu mengikuti Sail Bunaken 2009 kemarin. Lokasi bermalam kita adalah lokasi yang maknyus dibandingkan dengan kontingen lain, kecuali mereka yang bermalam di hotel kali ya. 2 tenda komando, 1 tenda makan berdiri disamping kolam yang dipenuhi bunga teratai yang ada di taman keluarga Mandagi. Setelah beberapa hari disana baru tau ternyata taman ini merupakan makam keluarga mandagi, tapi kok nggak serem amat kayak kuburan di jawa. Mandagi merupakan atlet terjun payung free fall Indonesia, jadi tuh makam banyak gambar – gambar seputaran sky diving.
Hari pertama tiba di Kalasey (15/08/10) langsung saya habiskan dengan menyelam mulai dari sore hingga senja hari, itupun karena begitu datang dilokasi sudah ditunggu `tim grenjeng` yang sudah tiba lebih dulu. “ Ayo nyebur, pemandangane lumayan apik, timbang Pasir Putih”, kata mas goz. “Haduh mas, sik yo tak sholat ashar karo tak mangan disik, luwe”. Situasinya cukup tepat, di depan tenda adalah pantai Kalasey. Jadilah sore itu nyelam. Dan memang benar, kondisi lingkungan bawah lautnya masih sangat bagus,  bening airnya, cukup mengggoda untuk sekedar berenang maupun menyelam kedalamnya. Landai, tenang, bening dan banyak terumbu karang. Sebuah kombinasi yang keren abis.
 Menyelam di kalasey tidaklah perlu terlalu dalam, sekitar 3 – 6m saja kita sudah bisa menikmati terumbu karang yang oke punya, ikannya pun bermacam – macam.  Bintang lautnya pun berwarna sangat cerah, biru menyala. Kayaknya baru sekarang deh saya motret bintang laut dengan warna yang demikian cerah. Dulu pernah di watu dodol banyuwangi, bintang lautnya item. Hiii serem
Sempat melihat clown fish berkelebat, jadilah perburuan clown fish diadakan. Yup, film Nemo memang membuat ikan ini jadi lebih terkenal, termasuk saya ingin mengabadikan fotonya ketika dia ada di alam bebas. Tapi masyaAllah sulitnya, nih ikan berenangnya cepet banget, bentar diam, bentar wuzzz ilang. Duh coba kameranya bagusan dikit ya hehehehe ( sekarang kita udah punya G10, dulu masih pake canon apa gitu ya, pokonya kameranya kotak mirip – mirip ixus gitu deh). Dapet juga foto si `nemo` walaupun nggak begitu keren, tapi it is Ok.
Eh.. lama – lama kok gelap ya, ternyata udah hampir magrib. Saat senja lautnya menjadi berombak agak keras dan arusnya kuat. Jadinya butek dah air, kalo udah begini mending cabut aja, ngapain nyelam kalo gelap – gelapan. Nah pas dipermukaan, ternyata pemandangannya nggak kalah ama yang dibawah. Keren abissss!!!
Sebuah renungan bersama rekan – rekan pada senja hari itu, laut kita harus kita jaga, bila air laut bersih maka terumbu karang pun cepat tumbuh. Harusnya di laut jawa terumbu karang yang ada juga bisa seperti di laut manado, tapi entah kenapa banyak betul karang – karang patah dan berserakan saat menyelam di pantai laut jawa. Kesadaran akan laut sebagai salah satu sumber mencari nafkah, tempat berekreasi, lokasi untuk menemukan inspirasi bahkan sebagai salah satu penopang devisa harus dikembangan dimasyarakat kita. Tumbuhkan kesadaran akan laut sebagai kawan kita, dimulai dari hal yang paling sederhana. Jangan buang sampah di laut!!!
Salam selam dari team Grenjeng!!
Iklan