Dalam kelompok selam kami, gossip tentang sail bunaken sudah beredar sejak maret 2009, dalam diklat selam Permata Indonesia, kami semua bersepakat untuk ikut ambil bagian dalam event ini. Tidak begabung dengan possi atau AL. berdiri atas nama Pramuka, yup pramuka. Yell  penutup waktu diklat tersebut adalah “Sail Bunaken!! Berangkaaaattttt!!!” sambil mengepalkan tangan meninju udara. Untuk bisa memiliki slot dalam sail bunaken minimal harus ada 40 penyelam bersertifikat. Ohh… kecil itu, kita ada banyak orang. Trus alatnya???? Hiyaaa.. that is the real problem. Tapi bukan berarti tidak bisa, dengan berbagai cara mulai dari beli, sewa dan pinjam sana sini, akhirnya punya juga perlengkapannya. Fuihh.. jadi deh berangkat, dan yang keren, punya slot sendiri, tidak digabung – gabung dengan kelompok lain.
Sebagian besar keberangkatan peserta Sail Bunaken ikut dengan rombongan AL yang sebagai panitia menyediakan angkutan gratis dari Jakarta – manado dan Surabaya – manado V.V, sedangkan beberapa orang yang `terpaksa’ tidak bisa ikut rombongan berangkat secara mandiri dengan pesawat. Yahh… kantor mana yang memperbolehkan karyawannya pergi selama 30 hari buat ikutan Sail Bunaken?.bisa se ngambil cuti, untuk selamanya hehehehehe. Ada sedikit cerita yang kurang menggembirakan saat menaiki kapal perang AL, kondisi kapal yang tidak nyaman, suplai air bersih yang tidak mencukupi hingga kapal yang jalannya pelan menjadi kisah bagi peserta yang berangkat dengan kapal AL. Yah itulah keadannya kawan, namun berterimakasihlah karena kapal itu pula yang membawa ribuan tabung dan perlengkapan selam lainnya ke manado. Bayangkan ongkos kargonya?
Acara ini memang benar – benar meriah, hampir seluruh kota manado ikut berpesta dalam event ini, desa Kalasey yang biasanya sepi, saat Sail Bunaken menjadi sangat sibuk hampir 24 jam. Stasiun TV, wartawan, aktivitas pedagang dan bunyi mesin kompresor pengisi tabung berpadu. Gimana nggak 24 jam, bayangin aja ada sekitar 2800 tabung yang harus diisi, bisa kencan begadang bareng tabung tuh hehehehe. Ada banyak kegiatan dalam event ini, namun pramuka hanya mengikuti pemecahan rekor dunia selam dan upacara HUT RI di bawah air. Kegiatan ini dipusatkan di pantai Kalasey, bukan di Bunaken. Ada sekitar 2.800 penyelam yang ikut, bisa rungsep semua tuh karang di Bunaken. Partisipan, tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari negara tetangga.
Angkatan laut Australia pun turut ikut upacara bendera peringatan HUT RI. Mereka menyelam dengan memakai seragam dinasnya. Kalo AL Indonesia?yaaa jelas ikutan lah, wong yang jadi inspektur upacaranya Wakasal. Mau mati ya kalo AL nggak ikutan sebagai peserta, wong pramuka aja ikut nyelem!!
Pramuka sendiri mendapatkan lokasi yang sangat strategis dalam event ini, baris kelompok nomer 1, dekat dengan panggung dan media. Makanya sewaktu disana kita sering banget diwawancara ma TV, “ inilah strategi kehumasan”, kata salah seorang pengurus Kwarnas. Yuppp.. kali ini saya dukung kwarnas hehehehehhe.
Nah momen turun ke laut pun menjadi cerita seru dan menegangkan, bayangkan ada 2600 orang turun bersamaan. Dalam kondisi ini gelembung – gelembung yang luar biasa banyak akan menghalangi pandangan. Saya sendiri mengambil waktu yang paling akhir, ketika sudah banyak penyelam yang duduk diposisinya, sehingga pandangan agak lebih jelas. Dibawah lautpun, kita disuruh baris!! Yak baris, harus lurus mirip LBB. Kita semua berpikir, wah ini pasti kerjaan AL, “baris lurus kan susah kalo di air, mosok awak dewe kalungan jangkar ben gak obah lek kenek arus” kata pak mantab suatu hari saat menerima juklak tentang posisi upacara.  Tapi memang bisa kok baris di bawah air, walaupun sebenere sih blas gak nyenengno. Selama hamper 50 menit duduk diem, untung aja kaki ga kram, mana dingin lagi.
Arus di pantai Kalasey yang menjadi lokasi pemecahan rekor cukup kencang, gampang banget kita terpisah dari kelompok, khususnya saat turun dan naik ke permukaan. Kadang tidak sadar kalo terseret arus, tau – tau liat temen disamping loh kok beda ya warna wet suitnya? Yaaaa… ini kelompok manaaaa? Lebih kaget pas naik ke permukaan, begitu buka masker. Hah.. kok grup A?? jauh bener nyasarnya. Grupnya pramuka kan KK. Saat dipermukaan, kita semua jadi mirip cendol kayaknya, cuman kepalanya aja yang nongol hehehehehhe.
Yang jelas, kami sangat gembira telah berpartisipasi dalam kegiatan yang bersejarah ini, event yang belum tentu akan berulang 5 – 10 th lagi. Berkumpulnya 2800 penyelam dari seluruh dunia, hanya untuk nyelam bersama di Kalasey, ataupun tempat lain di dunia. Dengan begini kita buktikan bahwa Indonesia merupakan negeri bahari, punya banyak penyelam.
Guyonan kita setelah rekor dunia terpecahkan adalah “ Ini kalo ntar cina pengen juga, bisa jadi 10.000 penyelam”, kok bisa? Tanya saya. “Coba sekarang yang jadi problem paling krusial pemecahan rekor ini kan ketersediaan alat? Iya nggak. Nah tau sendiri cina jago bikin tiruan, ntar mereka beli satu diving equipment scubapro, trus bilang deh. Bikin seperti ini 10 ribu biji. Problem solved!!!!. Ntar setelah event, alatnya dibuang, kan kualitasnya sekali pake aja hahahahahha”. Ah itu hanya guyonan tim grenjeng yang kadang mengalami kegilaan sesaat, tapi akhir – akhir ini makin sering banget. Jangan – jangan gila beneran hehehehehehhe. Yang pasti, Negara lain didunia pasti akan berpikir 1000x untuk ngadain event pemecehan rekor dunia selam untuk melampaui Indonesia, 2800 penyelam itu banyak banget. Hanya Negara bahari besar yang mampu membuatnya. ALL DIVERS……
Iklan