Pemilihan engine yang tepat sebagai motor penggerak menentukan performa kapal saat beroperasi. Setiap type kapal memerlukan jenis type engine yang berbeda untuk mendukung operasinya.

 

 

Engine rating

 

Setiap engine yang dibuat oleh manufacturer memiliki rating tersendiri yang disesuaikan dengan kondisi operasi dimana engine akan diinstal, engine builder membuat setting dan parts engine yang berbeda untuk tiap rating engine.

Rating merupakan gross output engineRatings yaitu kemampuan total output engine yang dilengkapai dengan asesori standar : lube oil, fuel oil dan jacket water pump. Rating menyatakan kemampuan daya engine serta  kecepatannya  pada kondisi beban tertentu.

 

Secara umum engine dibagi dalam kelompok – kelompok rating berdasarkan beban pemakaian dan jumlah jam pemakian dalam satu tahun ( operating hours). Setiap engine builder  memberi kode yang berbeda untuk menentukan rating engine yang mereka produksi. Ketika sebuah engine merk X diberi label dengan continuous rating dengan alokasi kerja 5000 – 8000 jam/tahun, belum tentu engine dengan merk lain memberi label continous rating untuk operating hours tersebut, bisa jadi sebuah engine builder  memberi rating dengan huruf, seperti A,B dan C.

 

Yang perlu diperhatikan dalam melihat sebuah rating engine adalah berapa beban dan jumlah jam operasi engine tersebut. Karena penamaan rating engine berbeda – beda untuk setiap merk engine.

 

Ship – engine performance

 

Untuk menentukan rating engine yang tepat digunakan pada sebuah kapal, perlu diketahui kebutuhan operasi engine tersebut. Kebutuhan ini selaras dengan jenis kapal dan sifat operasi kapal tersebut.  Parameter – paramater yang harus dipertimbangkan untuk menetukan engine yang akan diinstal antara lain ;

 

  • Waktu saat beban penuh ( engine full throttle )

Merupakan jangka waktu engine dioperasikan di rated rpm ( full throttle ) pada putaran beban  normal. Dapat dinyatakan dalam persen putaran dari keselurahan putaran atau berapa menit dalam tiap jam.

Engine beroperasi selama 12 jam/perhari, perlu ditelaah lebih lanjut tentang karakteristik pembebanan engine tersebut,berapa persen engine beroperasi dalam kondisi full throttle di 12 jam tersebut. Ternyata dalam 12 jam tersebut engine dioperasikan pada full throttle hanya 1.5 jam atau sekitar 16% dari keseluruhan putaran. 

 

  • Annual operating hours

Dihitung berdasarkan jumlah jam keseluruhan operasi selama satu tahun. Bila dalam satu tahun engine dibutuhkan untuk beroperasi secara continous  hingga mencapai 2000jam/tahun, maka rating yang sesuai dengan kondisi operasi ini adalah engine yang memiliki rating operasi 2000 jam.

 

  • Propeller match

Merupakan kombinasi antara kesesuaian karakteristik hull – propeller – engine. Untuk menentukan jenis propeller yang sesuai dengan sebuah kapal, perlu diketahui karakteristik lambung kapal tersebut. Tahanan air yang ditimbulkan akibat bentuk lambung harus diatasi dengan daya dorong untuk mengggerakkan kapal. Daya dorong kapal dihasilkan oleh tenaga engine yang ditrnasfer melalui poros ke proppeler, pitch propeller memberikan efek dorongan dalam air untuk menggerakkan kapal.

 

Kesesuaian antara engine performance dengan type propeller akan tergambar dalam diagram engine – propeller performance untuk melihat operating point. Point ini menentukan rated operating engine yang diperlukan untuk operasi kapal. Catatan bahwa beban engine selama operasi adalah 80% – 85% beban maksimum.

 

Kesalahan menentukan tipe engine sebagai penggerak utama kapal menyebabkan performa kapal tidak optimal. Engine yang tidak match  dengan propellernya bisa mengalami overload, underload bahkan over run. Pemilihan rating engine yang tidak sesuai dengan kondisi operasional kapal menyebabkan performa engine tidak maksimal dan kerusakan engine saat operasi.

 

Sebuah kapal ikan beroperasi mengejar tempat berkumpulnya ikan kemudian menurunkan kecepatannya untuk memasang jaring. Kondisi operasi demikian memerlukan engine untuk beroperasi full throttle – low – stop – full throttle.  Engine dengan rating continous duty yang memiliki karakteristik operasi 80% power dalam rentang waktu yang lama (stabil) akan rusak bila dipaksakan beroperasi dengan perubahan beban yang cepat.