GILI KETAPANG,SEBUAH IRONI
Menyebut pulau Gili Ketapang sebenarnya sudah merupakan pemborosan kata. Tapi mau gimana lagi, tidak semua orang mengerti tentang arti gili dalam bahasa Indonesia adalah pulau.
Gilli Ketapang terletak di utara kabupaten Probolinggo, sejarak 30 menit dengan menggunakan perahu penyeberangan yang tersedia di pelabuhan Problinggo. Tidak sulit untuk menjangkau pulau ini karena penyeberangan reguler tersedia sepanjang waktu. Dari terminal Probolinggo anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum menuju pelabuhan penyeberangan ke Gili Ketapang. Pastikan itu, karena ada 2 pelabuhan di probolinggo, bila nyasar maka tidak akan menemukan kapal yang menyeberang ke Gili.
Kapal penyeberangan merupakan kapal tradisional yang tidak dilengkapai dngan bangku, hanya sebuah papan kayu 2 – 3 lembar saja yang diletakkan sejajar berdekatan dengan mesin diesel kacangan buatan cina dengan. Umumya orang duduk di dek atas bercampur dengan barang bawaan, relatif lebih senyap bila dibandingkan dengan duduk di bawah berkawan dengan mesin. Dalam keadaan normal, ombak diperairan sini tidaklah besar, bahkan cenderung tenang, namun belakangan ini cuaca di Negara kita lagi tidak jelas, jadi kecenderungan gelombang besar sering terjadi.
Penyeberangan dari dan ke Gili telah di hentikan sejak 2 minggu sebelumnya, laut sedang mengamuk sehingga tidak ada penyeberangan yang beroperasi. Hmm beruntunganya saya ketika tiba laut telah kembali jinak, bila tidak pasti batal deh ke Gili. Namun begitu, penyeberangan harus di lakukan dengan cepat dan disaat yang tepat, langit yang cerah cepat sekali berbah dengan mendung gelap. Bila sudah begitu, gelombang mulai berdatangan dengan ceria. Dengan menyewa 3 buah kapal, rombongan yang berjumlah 76 orang dengan perlengkapan berkemah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi 3 kapal tersebut. Akhirnya berangkat ………
Bayangan awal saya tentang gili ketapang adalah sebuah pulau yang lumayan sepi, bahkan mungkin akan sulit untuk mencari sebuah warung disana. Karena pikiran ini pula saya sempat berpikir untuk membeli satu dos air mineral yang rencananya akan saya jual kepada sesama peserta hehehehe namun rencana ini gagal karena kendaraan yang saya tumpangi tidak berhenti di swalayan. Saya juga tidak kecewa dengan hal ini, saat di tengah laut, lamat – lamat terlihat pulau gili di kejauhan. Tampak banyak gedung dan bahkan sebuah kubah masjid yang cukup besar hingga tampak begitu jelasnya dari jarak sejauh ini. Dari keterangan yang saya peroleh waktu di kapal, ternyata warung pun banyak disana. Andainya tadi jadi berdagang,jaminan rugi udah pasti tuh.
Kami tiba disisi selatan pulau menjelang sore, kapal kami tidak bisa mencapai pantai karena air sudah dangkal. Setelahlama berdiskusi akhirnya diputuskan untuk memutar keutara
pulau, sandar di dermaga dan kami pun terhindar dari berbasah – basah. Celakanya kapal saya kandas sehingga tidak bisa bergerak, sedang 2 kapal yang lain telah berputar haluan menuju dermaga. Jadinya rombongan kapal saya sepakat untuk berbasah – basah mengangkat barang menuju daratan. Lebih runyam lagi karena saya hanya membawa satu celana saja. Ya sudahlah ngak apa – apa, semoga tidak ada hujan hari ini.
Sudah lewat adzan ashar saat tenda dome mulai berdiri di pinggiran pantai, beberapa ada yang hanya mengandalakan poncho sebagai pelindungan ala kadarnya. Cuma satu malam saja, begitu alasana mereka, namun banyak juga yang memang tidak memiliki tenda sehingga memilih berbivouck dengan poncho. Saya sendiri membawa tenda dome mini, hanya cukup untuk 2 orangn dengan warna yang cukup mentereng. Yup doreng, mirip dengan baju tentara sehingga disebutlah tenda koramil. Tenda corak begini ini cukup berjasa saat jamboree Melaka di Malaysia tahun lalu, cukup didirikan di bagian tengah areal perkemahan sehingga bisa mengawasi pergerakan kontingan putri dan putra secara bersamaan,hingga julukan tenda koramil melekat. Yaaah macam koramil lah yang kerjaannya mengamankan hehehhehe
Banyak juga masyarakat local yang hadir, tua muda, pria maupun wanita memadati areal perkemahan kami. Tidak lupa pedagang yang menjajagan penganan ala kadarnya pun ada. Mungkin bagi penduduk di sini, kehadiran kami adalah hal yang aneh, 76 orang yang tidak bisa dikatakan anak – anak datang ke Gili Ketapang dan berkemah. Baju – baju kami dengan berbeagi brevet serta badge pun menambah keanehan yang sebenarnya sudah ada.
Malam itu kami membuat acara yang terbuka untuk umum, berjalan di atas api dan pemutaran film laskar pelangi dengan menggunakan perangkat LCD projector. Dengan sangan antusias mereka menikmati acara tersebut, bahkan hingga larut malam pun mereka tidak bergeming dari tempat duduknya untuk mengikuti petualangan Ikal di Belitong. Agaknya kehadiran kami bisa membawa kegembiraan bagi masyarakat. Ini bisa dihitung sebagai bakti masyarakat tidak ya? Hehehehhe
Esoknya kegiatan dipusatkan dipantai sisi barat pulau, dengan sarapan nasi hangat plus cumi dan ikan tongkol goreng lengkap dengan sambal agaknya susah untuk disaingi oleh rumah makan manapun di Surabaya. Mana ada ikan yang tadi malam ditangkap kemudian paginya kita goreng untuk sarapan. Pantai barat Gili Ketapang tidaklah mengecewakan, pasir putih yang lembut dan laut yang bening, kombinasi yang mematikan buat penikmat tamasya bukan. Akan tetapi tidak menjadi mematikan lagi karena banyak sampah disekitarnya,plastik dan berbagai cairan limbah rumah tangga mengotori area pulau. Agaknya penduduk dan pemerintah daerah masih belum menyadari potensi wisata yang ada di sini. Bila dikelola dengan visi turisme,pasti lebih banyak duit yang dihasilkan dibandingkan dengan mencari ikan teri dan cumi – cumi.
Saya membayangkan bila pemerintah daerah mengarahkan Gili Ketapang sebagai sebuah wisata budaya dan bahari. Wisata budaya karena kampung dan penduduk pulau ini yang menggunakan bahasa madura sebagai keseharian dan model kampung nelayan tradisional sangatlah potensial dijadikan tujuan wisata.
Potensi alamnya? tidak perlu diperdebatkan lagi,keindahan diatas airnya pastilah tidak kalah dengan di bawahnya. Saya memang belum sempat menyelami lautnya, tidak tanpa wet suit dengan ubur – ubur yang cukup banyak berkeliaran.kebetulan saya sengaja tidak membawa wet suit.
Bahkan muka saya masih merona merah sampai terminal probolinggo karena belaian makhluk transparan ini. Tapi menurut senior saya yang pernah menyelami lautnya di era 80 – 90 an,terumbu karangnya tidak kalah dengan pasir putih. Belum lagi hiu paus yang banyak melintas jalur tersebut sebagai jalur migrasi mereka, pasti cukup menarik bagi penggemar kegiatan bahari.
Saya tidak habis pikir bagiamana bisa kita bisa kalah tenar dengan Maldives yang merupakan pulau – pulau kecil yang tercecer di samudra Hindia? Teman serombongan yang pernah menyelam di Maldives bahkan mengatakan “ojo’o dibandingno karo bunaken,karo pasir putih ae kalah adoh” ketika saya minta komentarnya mengenai penyelamannya di Maldives pertengahan tahun lalu.
Sudah saatnya kita menjadikan obyek bahari sebagai visi pembangunan, baik itu wisata,perikanan,persatuan bangsa maupun ketahanan Negara. We have more than 18,000 islands…….
BALANCE : SEBUAH JAMINAN OPERASIONAL TURBOCHARGER
Turbocharger yang berputar dengan halus merupakan pertanda akan performa yang optimal.
Sebuah analogi sedeherna tentang hal ini adalah dengan membandingkannya dengan berkendara, bila anda berkendara dengan mobil yang tidak balance ( seimbang) rodanya maka anda akan merasakan sebuah getaran yang hebat di kemudi. Semakin kencang mobil berjalan, maka makin keras juga getaran yang ditimbulkan. Dan mobil akan menjadi lebih sulit untuk dikendalikan dengan getaran yang timbul di kemudi. Selain hal itu, getaran yang timbul memberikan dampak kerusakan yang lebih cepat pada komponen kemudi kendaraan kita, sehingga ongkos penggantiannya pun jadi bertambah.
Nah, mobil yang berkecepatan 60 km/jam ( 2000 rpm) dengan roda yang tidak balance akan memberikan efek getaran yang besar, bagiamana bila hal tersebut terjadi pada sebuah benda yang berputar dengan kecepatan sekitar 30.000 rpm? Itu adalah kecepetan rata – rata sebuah turbocharger yang terpasang pada mesin diesel medium speed.
Sekecil apapun deviasi yang terjadi dalam distribusi massa pada rotary part sebuah turbocharger akan memberikan dampak yang sangat besar. Dengan kecepatan 30,000 rpm, 10 g massa akan memiliki gaya sekitar 19,000 N atau setara hampir 1,6 Ton!!! Dalam kenyataannya banyak orang yang menganggap bahwa balancing rotor dari turbocharger adalah hal biasa saja, bahkan beberapa dengan cukup berani untuk melakukan proses balancing dengan menggunakan mesin bubut atau bahkan sekadar penyangga yang bisa memberikan kebebasan rotor untuk berputar.
Operasional turbocharger sangat lekat dengan imbalance, karena sewaktu turbocharger dioperasikan banyak substansi yang bisa mempengaruhi kondisi sebuah rotor hingga menjadi tidak balance. Depoasit yang terjadi selama pengoperasian bisa menambah jumlah massa pada salah satu sisi rotor, dan juga erosi yang mengikis material juga mengurangi massanya. Keadaan ini bisa membuat imbalance tercipta walaupun rotor tersebut sudah melalui proses balancing sebelum dioperasikan.
Balancing merupakan proses yang sangat krusial untuk menjamin bahawa turbocharger akan memberikan kemampuan optimalnya dan yang terpenting adalah keamanan saat beroperasi. Dalam turbocharger, getaran yang timbul akan diserap oleh bearing dan minyak peluman yang menyangga rotor, namun bila getaran yang timbul terlalu besar maka penyangga ini tidak akan mampu untuk melakukan hal tersebut. Kerusakan bearing atau minyak pelumas yang berubah kondisinya bisa menjadi sebuah tanda, namun bisa juga terjadi hal yang lebih besar. Banyak kehancuran sebuah turbin maupuan kompresor bahkan sebuah unit turbocharger dikarenakan imbalance yang terjadi. Dengan getaran yang ditimbulkan terlalu besar, bearing tidak kuat lagi menyangga beban rotor sehingga compressor atau turbine blade menghantam casing dan menimbulkan kehancuran.
Bagaimana dengan anda, masih berani beramain – main dengan proses balancing?





7 comments