Posted by: ditrakurniawan on: April 25, 2009
Keluhan sering terdengar tentang engine yang tidak mampu mencapai performa maksimal setelah dilakukan overhaul pada turbochargernya.
Kondisi operasi
Turbocharger beroperasi dengan memanfaatkan panas exhaust gas engine untuk memberikan tekanan yang cukup kuat memutar turbine. Putaran turbine akan memutar kompresor yang menghisap udara luar masuk ke engine.
Dengan kondisi operasi yang demikian, blade turbine rentan mengalami pengikisan yang diakibatkan oleh material – matrial yang terkandung dalam exhaust gas. Carbon menjadi komponen utama yang menyebabkan pengikisan blade tip turbin serta terbentuknya deposit pada ring nozzle.
Turbocharger service
Saat turbocharger diservis ( overhaul ), suku cadang yang diganti (replace ) pada umumnya adalah bearing, kecuali untuk turbocharger jenis tertentu yang menggunakan plain bearing memiliki usia pakai yang relatif lebih panjang dari ball bearing. Selain itu, kondisi bagian – bagian turbocharger akan dikembalikan pada kondisi normal. Penghilangan deporit serta lapisan yang terbentuk pada permukaan blade, nozzle ring dan wall insert merupakan salah satu prosesnya.
Perbaikan akan dilakukan apabila terdapat bagian yang mengalami kerusakan dan masih dalam batas bisa diperbaiki. Proses perbaikan ini bertujuan untuk mengembalikan ukuran, bentuk dan fungsinya seperti kondisi normal (standart).
Kondisi setelah servis
Pada saat turbocharger beroperasi, blade tip mengalami pengikisan sehingga clearance antara blade dengan cover ring meningkat. Namun juga terjadi penumpukan kotoran akibat sisa hasil pembakaran ( exhaust gas carbon deposit ) pada permukaan cover ring. Deposit ini membentuk lapisan ( layer ) yang mengakibatkan permukaan cover ring menjadi lebih tebal, sehingga memperkecil jaraknya dengan turbine blade. Karena itu, relatif tidak terjadi kebocoran gas buang yang masuk ke dalam turbocharger karena clearance yang tercipta akibat pembentukan lapisan deposit karbon mampu mengkompensasi pengurangan blade tip.
Setelah turbocharger mengalami proses overhaul, akan terjadi beberapa perubahan ukuran clearance. Hal ini disebabkan oleh proses pembersihan kerak maupun proses perbaikan. Yang umum terjadi dalam proses turbocharger adalah pergantian part, sangat jarang ditemukan turbin mengalami penurunan tip hingga melebihi batas minimal. Sehingga tidak perlu dilakukan perbaikan blade (blade repair).
Akibat proses ini, lapisan karbon deposit yang terbentuk di permukaan cover ring hilang sehingga ukuran cover ring menjadi standar seperti semula. Clearance yang timbul menjadi lebih besar karena tidak ada proses blade repair. Clearance yang lebih besar memungkinkan banyak gas buang yang tidak termanfaatkan oleh turbin. Kondisi ini mengakibatkan turbin tidak memiliki daya dorong untuk berputar secara optimal, sehingga kemampuan kompresor untuk menghisap udara juga berkurang. Berkurangnya suplai udara dalam ruang bakar akan menurunkan efisiensi pembakaran, sehingga tenaga yang dihasilkan juga menjadi lebih kecil. Hal ini menyebabkan menurunnya performa engine.
Blade tip yang terkikis akibat bergesakan dengan partikel gas buang memang sekiatr 0,5 – 1 mm, namun kecepatan fluida yang paling besar pada turbine blade terletak pada daerah tipnya.