Posted by: ditrakurniawan on: April 25, 2009
Kecanggihan turbocharger masa kini sangat jauh bila dibandingkan dengan mesin supercharge pertama yang dibuat oleh Brown boveri sebagai bahan eksperimen engine dua langkah pada 1924. Namun demikian hal tersebut sudah termasuk maju di jaman tersebut.
Diesel era
Sejarah exhaust gas turbocharger dimulai dengan kemajuan dibidang teknik saat itu. Penemuan diesel engine oleh rudolf diesel yang dipatenkan pada 1892 memiliki masa depan yang menjanjikan. Dengan efisiensi saat ini yang mencapai lebih dari 30%.
Diesel pertama MAN di Jerman dan B&W di denmark serta pabrikan lain dimulai dari periode tersebut. Perusahaan mesin Swiss, Sulzer juga mulai membangun diesel engine di pabrik mereka di Winterthur sekitar 1900. Dan di Baden, sekitar 50 km dari winterthur
Pada 1905 Alfred Buechi, insinyur berkebangsaan Swiss yang bekerja di Sulzer memperoleh patent mesin ciptaannya. Dia mendeskripsikan mesin supercharger dengan diesel engine empat langkah, multi – stage axial compressor dan multi – stage axal turbine yang terletak dalam satu poros. Hasil ini mengarhkan Buechi menerbitkan publikasi tentang freewheeling turbocharger pada 1909 dan patennya mengenai scavenging pada 1915.
Juga pada 1915 Buechi mencari partner untuk mengembangakn mesin ciptaannya, perusahaan pertama yang di hubungi adalah Brown Boveri & Cie yang telah berpengalaman dalam membangun turbomachinery. Namun proposal Buechi di tolak dengan alasan tidak ekonomis dan tidak menjanjikan.
Pengembangan
Pada saat yang sama, pengemabangan supercharger untuk mesin pesawat berlangsung di perancis oleh August Rateau dan General electric di US. Pada paten Rateau tahun 1916 yang berkolaborasi dengan BBC dalam pengembangan gas turbin pada 1900-an mendiskripsikan tentang alat untuk mengatur supercharging kompresor yang digerakkan oleh exhaust gas turbine, dan ditahun 1917 alat ini dibuat kemudian di uji. Pesawat yang dilengkapi dengan turbocharger di gunakan dalam era PD1, namun tidak ada pengembangan lebih lanjut.
Moss merupakan yang pertama kali membuat turbocharger secara reguler, turbocharger awal produksi GE moss memiliki katup kontrol manual yang mana dalam kondisi penerbangan tertentu memungkinkan untuk mengeluarkan exhaust gas dan melakukan bypass ke gas turbine – yang sekarang kita kenal dengan sebutan waste gate.
Kapal pertama yang dilengkapi turbocharger
Tahun 1923, Vulkan shipyard di Stettting menerima order dua kapal penumpanga dari perusahaan East Prussia Line. Tiap kapal akan menggunakan mesin MAN 10 silinder – 4 langkah. Engine tersebut memiliki exhaust gas receiver, artinya mereka beroperasi dalam kondisi konstan. Turbocharger untuk engine tersebut di bangun di bengkel Vulkan di Hannover dibawah supervisi Alfred Buechi. Sedangkan kompressor di suplai oleh BBC Mannheim.
Setelah melalui pengujian pada bulan mei 1926, kemudian engine tersebut diinstal dikapal pada tahun yang sama. Dua kapal ini merupakan kapal pertama dalam sejarah industri maritim yang menggunakan turbocharged engine.