Posted by: ditrakurniawan on: Maret 14, 2009
PERNAH INGIN MERUBAH SPESIFIKASI TURBOCHARGER
PADA ENGINE LAMA?
Sangat menggoda untuk merubah spesifikasi turbocharger pada sebuah engine lama yang tak lagi bisa running full power.
Tidak biasanya sebuah engine lama running lebih rendah dari rated power yang dimilikinya. Umumnya, hal ini bisa terjadi karena temperatur exhaust di silinder yang terlalu tinggi sehingga exhaust gas yang masuk inlet turbocharger lebih panas dari kondisi temperatur normalnya.
Solusi cepat, tapi beresiko
Operator umumnya tergoda untuk mencari solusi yang cepat dengan cara mengganti spesifikasi turbochargernya ( pilihan faforit adalah memasang nozzle ring yang lebih kecil untuk mendongkrak tenaga engine), sementara itu ada beberapa hal yang menyebabkan temperatur gas buang menjadi tinggi. Bagaimanapun juga, mengganti spesifikasi turbocharger sangat beresiko. Terlebih bila tanpa konsultasi dengan engine builder dan ABB, penggantian spesifikasi turbocharger bisa jadi lebih merugikan (membahayakan) daripada menguntungkan.
Engine – turbocharger matching
spesifikasi turbocharger untuk sebuah tipe engine tertentu merupakan hasil kerjasama Turbomanufacturer dan engine builder yang telah disetujui keduabelah pihak. Pengujian – pengujian turbocharger dilakukan di engine test bed milik engine builder, hasil pengujian ini kemudian dianalisa bersama – sama oleh application engineer dari Turbomanufacturer dan engine builder. Penyesuaian – penyesuaian dilakukan untuk mendapatkan spesifikasi yang sesuai, kemudian dilakukan lebih banyak matching test lagi sebelum Turbomanufacturer dan engine builder mencapai hasil akhir.
Komponen – komponen turbocharger seperti tubin, nozzle ring, turbine diffuser, compressor wheel dan air diffuser, semuanya berpengaruh terhadap perilaku termodinamika engine dalam beberapa hal atau sebaliknya, dipengaruhi oleh perilaku termodinamika engine. Merubah spesifikasi dari komponen – komponen tersebut bisa berdampak negatif terhadap umur masa pakai rotating components ,beban thermal dan mekanikal komponen – komponen engine, kemungkinan berdampak pada menurunnya performa engine. Surging pada turbocharger bisa saja terjadi sebagai hasil dari perubahan tersebut.
Setiap perbuahan spesifikasi turbocharger pada marine engine bersertifikat IMO dimana mempengaruhi perilaku termodinamika engine tersebut, memerlukan sertifikasi IMO ulang karena perubahan perilaku termodinamika engine berdampak pada emisi gas buang yang dihasilkan. Bila engine tersebuat tidak memiliki sertifikat IMO, biro klasifikasi akan mencabut ijin/ TOA ( Type of Approval ) engine tersebut untuk beroperasi.
Apa yang bisa dilakukan?
Jika anda mengahadapi dilema seperti itu, ada pedoman mudah yang bisa dipakai ; Mintalah petunjuk (advice) pada engine builder
<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>
|
Jangan merubah spesifikasi turbocharger kecuali bila engine builder telah memberikan persetujuan dan petunjuk untuk melakukannya
|
Engine builder mungkin akan berkonsulasi dengan turbomanufacturer, untuk hasil akhir perubahan spesifikasi turbocahrger akan diperoleh dari application engineer
Bila turbomanufacturer dan engine builder telah mencapai persetujuan mengenai hal – hal yang harus dilakukan, langkah selanjutnya bisa dilakukan.